![]() |
| Penari saat tampil di parade Night Street Carnival Kebumen fest 2026.(ft ist) |
Kemeriahan meluap sejak awal lewat parade Night Street Carnival. Menyusuri rute dari Tugu Lawet hingga panggung utama, marching band MTsN 7 Kebumen sukses membuka jalan bagi 18 kontingen dari berbagai penjuru Nusantara. Seniman dan atraksi dari Solo, Semarang, Jember, Magelang, Bali, Banyuwangi, hingga Sampang Madura saling unjuk kebolehan di depan panggung kehormatan.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, secara simbolis membuka gelaran ini lewat pemukulan gong. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kolaborasi seniman, komunitas, sponsor, dan pelaku UMKM yang menghidupkan festival. Tak hanya hiburan, momentum ini juga memamerkan lompatan pembangunan daerah.
"Hingga pertengahan 2026, kita telah membenahi 20 ruas jalan dan 3 jembatan, memperluas akses kesehatan UHC, menekan stunting, serta terus memperjuangkan hadirnya layanan kereta Prameks di Kebumen," tegas Bupati Lilis yang disambut gemuruh tepuk tangan warga.
Puncak acara makin magis saat Sendratari Kolosal The Tales of Karangbolong: Kidung Pangeran Surti tampil memukau. Sebanyak 150 penari menyuguhkan estetika gerak yang membius penonton, diselingi pelepasan lampion ke udara sebagai teaser syahdu menjelang Festival Lampion pada 29 Agustus mendatang.
Pesta rakyat ini turut dihadiri jajaran tokoh nasional dan daerah, seperti Wakil Ketua MPR RI Dr. Lestari Moerdijat, anggota DPR RI Amelia Anggraini, Wakil Bupati Zaeni Miftah, serta jajaran Forkopimda.
Menambah nilai strategis acara, Pemkab Kebumen juga menandatangani MoU bersama Bank Jateng untuk dorongan pembiayaan haji dan literasi keuangan syariah masyarakat. Kebumen Fest 2026 bukan sekadar perayaan, melainkan bukti nyata Kebumen yang terus bergerak maju dan berdaya.(*)














