![]() |
| Bupati Lilis Nuryani dan jajaran saat menghadiri pameran kerajinan berskala nasional, INACRAFT 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).(ft ist) |
Pameran yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 7–11 Oktober 2026 tersebut menjadi ajang bagi para perajin dan pelaku usaha untuk memperluas pemasaran, membangun jejaring bisnis, serta memperkenalkan karya lokal kepada pasar yang lebih luas.
Salah satu produk yang mencuri perhatian adalah kerajinan anyaman pandan dari Kampoeng Anyaman. Usaha ini mengembangkan berbagai produk berbahan serat alam dengan jangkauan pemasaran hingga ke luar negeri.
Tak hanya mengandalkan kreativitas dalam menghasilkan produk, Kampoeng Anyaman juga melibatkan sekitar 300 perajin perempuan yang berasal dari lima desa di Kabupaten Kebumen. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa industri kerajinan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan di wilayah perdesaan.
Selain anyaman pandan, produk khas Kebumen lainnya turut diperkenalkan melalui stan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kebumen. Di antaranya dekorasi bunga dari Giant Flowers Indonesia serta batik tulis hasil karya siswa SMA Negeri 1 Klirong.
Kehadiran karya pelajar dalam pameran tersebut menjadi salah satu bentuk pengenalan kreativitas generasi muda di bidang kerajinan dan seni batik. Sementara itu, dekorasi bunga dan aneka produk anyaman memperlihatkan beragam potensi usaha kreatif yang berkembang di Kebumen.
Sejumlah pelaku usaha juga mengikuti pameran secara mandiri dengan membuka stan sendiri. Di antaranya Oemah Batik Ariyanto dan Aghna Batik yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan produk batik kepada pengunjung.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, turut mengunjungi stan Dekranasda Kabupaten Kebumen. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung beragam produk kerajinan yang dibawa para pelaku usaha ke ajang pameran tersebut.
INACRAFT 2026 mengusung tema Techno Craft, yang menitikberatkan pada perpaduan keterampilan kerajinan tradisional dengan inovasi serta perkembangan teknologi. Tema ini memberikan ruang bagi pelaku industri kreatif untuk mengembangkan produk tanpa meninggalkan karakter dan nilai budaya yang menjadi identitas kerajinan lokal.
Bagi para perajin Kebumen, keikutsertaan dalam pameran ini bukan sekadar kesempatan memajang produk. Ajang tersebut juga menjadi sarana untuk mengenali tren pasar, menjangkau calon pembeli baru, serta membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha dari berbagai daerah.
Tantangan selanjutnya adalah menjaga keberlanjutan hubungan yang telah terbangun selama pameran, sehingga peluang pertemuan dengan calon pembeli dapat berkembang menjadi transaksi dan kerja sama bisnis jangka panjang.
Dengan beragam produk yang ditampilkan, mulai dari anyaman pandan, dekorasi bunga, hingga batik tulis, potensi industri kreatif Kebumen memiliki ruang untuk terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.(*)



