![]() |
| Plt Direktur Perumda Air Minum Tirta Bumi Sentosa Kabupaten Kebumen, Bintoro Setiyowibowo saat ditemui wartawan seusai pemberian bantuan air bersih di Kecamatan Alian.(ft ist) |
Salah satu wilayah yang mendapat pasokan air adalah Dukuh Tranala, Desa Kalijaya, Kecamatan Alian. Hingga Senin (28/9/2026), sebanyak delapan tangki air bersih telah didistribusikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Plt Direktur Perumda Air Minum Tirta Bumi Sentosa Kabupaten Kebumen, Bintoro Setiyowibowo, mengatakan penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi ketersediaan air di masyarakat.
“Penyaluran air bersih ini untuk Desa Kalijaya, Kecamatan Alian, khususnya Dukuh Tranala. Sampai hari ini kita sudah suplai air bersih untuk kepentingan masyarakat sebanyak 8 tangki,” kata Bintoro.
Ia menjelaskan, bantuan tidak hanya diberikan sekali, tetapi dilakukan secara berkala. Distribusi berikutnya menyesuaikan kebutuhan warga dan ketersediaan air yang masih dimiliki masyarakat.
“Distribusinya dilakukan setiap dua sampai tiga hari sekali, tergantung kondisi dan ketersediaan air yang dimiliki masyarakat,” ujarnya.
Menurut Bintoro, persoalan kekurangan air bersih tidak hanya terjadi di Dukuh Tranala. Pihaknya juga sudah memberikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah lain di Kebumen juga mengalami kondisi serupa, di antaranya Kecamatan Kutowinangun, Karanggayam, Sruweng, Poncowarno, Sempor, Buayan, serta beberapa wilayah lainnya.
Bintoro menyebut kekeringan merupakan kondisi yang berulang setiap tahun sehingga perlu diantisipasi bersama. Salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat adalah menjaga lingkungan dan menggunakan air secara bijak.
Imbauan tersebut juga ditujukan kepada seluruh pelanggan Perumda Air Minum Tirta Bumi Sentosa. Masyarakat diminta menggunakan air sesuai kebutuhan selama musim kemarau serta segera melaporkan apabila menemukan kebocoran jaringan.
Langkah tersebut penting agar kebocoran dapat segera ditangani dan tidak terjadi pemborosan air di tengah kondisi ketersediaan air yang terbatas.
Sementara itu, Kepala Desa Kalijaya, Nurhabib, mengatakan distribusi bantuan air bersih pada Senin dilakukan di dua lokasi. Selain RT 05/RW 01 Dukuh Tranala, penyaluran juga dilakukan di RT 01/RW 01 Kadusan Delisen.
Nurhabib mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Air yang tersedia, kata dia, sebaiknya diprioritaskan untuk kebutuhan yang benar-benar penting.
“Harapan kami kepada masyarakat, karena kondisi ini tidak hanya di Kalijaya, mari berhemat. Yang kira-kira tidak penting jangan menggunakan air dan bersama-sama mengatur penggunaan air secara bijak,” ujarnya.
Bantuan tersebut pun langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Hikamtusholihah, salah seorang warga Dukuh Tranala, mengatakan air yang diterima digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga, mulai dari mencuci, mandi hingga kebutuhan konsumsi.
Menurutnya, warga mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sejak pertengahan Agustus 2026.
“Sangat membantu bagi warga Tranala karena kekeringan dan kekurangan air bersih sudah dari pertengahan bulan Agustus,” katanya.
Ia berharap distribusi air bersih tetap dilakukan selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Sebab, bantuan yang diberikan sebelumnya belum sepenuhnya mampu mencukupi kebutuhan warga.
Hikamtusholihah menyebut warga Dukuh Tranala sebelumnya juga telah menerima bantuan sebanyak dua tangki air bersih. Namun, kebutuhan air tetap tinggi karena musim kemarau belum berakhir.
Penyaluran air bersih yang dilakukan Perumda Air Minum Tirta Bumi Sentosa menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah keterbatasan sumber air.
Kondisi tersebut sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat tidak hanya menghemat air saat kekeringan terjadi, tetapi juga bersama-sama menjaga lingkungan dan sumber-sumber air untuk menghadapi musim kemarau pada tahun-tahun mendatang.(*)











