![]() |
| Keluarga korban saat membuat laporan di Polsek Klirong.(ft ist) |
Peristiwa tersebut terungkap sekitar pukul 16.30 WIB, setelah pihak keluarga meminta seorang kerabat untuk mengecek kondisi korban yang tak kunjung pulang dari sawah. Saat didatangi, korban ditemukan tergeletak di pematang dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Petugas kemudian mengevakuasi korban ke RSUD dr. Soedirman Kebumen untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman menjelaskan, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
“Di lokasi ditemukan sejumlah peralatan bertani milik korban seperti sabit, cangkul, dan caping. Tidak ada indikasi tindak kekerasan,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan luka pada bagian wajah, dada, dan kaki yang diduga akibat paparan panas matahari. Selain itu, tidak ditemukan luka yang mengarah pada kekerasan benda tajam, tumpul, maupun jeratan.
Berdasarkan riwayat kesehatan, korban diketahui memiliki penyakit jantung dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit yang sama pada akhir Februari 2026. Korban juga masih rutin mengonsumsi obat.
“Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat serangan jantung saat beraktivitas di sawah. Untuk kepastian penyebab kematian sebenarnya diperlukan autopsi,” tambah Kompol Faris.
Namun demikian, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Polres Kebumen memastikan bahwa peristiwa ini tidak mengandung unsur tindak pidana.(*)







