![]() |
| Bupati Kebumen Lilis Nuyani bersama pemain kuda lumping diacara Festival Walet Emas 2026 di TMII.(ft ist) |
Festival tahunan yang digelar Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen (IWAKK) Walet Emas ini tak sekadar ajang temu kangen. Lebih dari itu, acara ini menjadi panggung budaya, penggerak ekonomi, sekaligus momentum peringatan Hari Kartini yang sarat makna.
Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir, di antaranya Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto, Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, hingga anggota DPD RI Alfiansyah Bustami.
Bupati Lilis Nuryani mengaku terharu melihat antusiasme warga. Ia bahkan menyebut suasana festival begitu kental dengan nuansa kampung halaman.
“Rasanya seperti tidak sedang di Jakarta. Dari aroma kuliner, logat bahasa, sampai kehangatan senyumnya—ini benar-benar Kebumen,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah.
Mengusung tema Perempuan Berdaya untuk Indonesia Maju, festival tahun ini menampilkan beragam seni tradisional, termasuk pentas Kuda Lumping (Ebleg) dari 10 sanggar yang sukses membakar semangat penonton.
Euforia semakin terasa saat Bupati Lilis turun langsung ke tengah kerumunan, berinteraksi dengan warga, hingga menggelar kuis spontan dengan hadiah uang tunai ratusan ribu rupiah.
Tak hanya hiburan, festival ini juga menjadi berkah bagi pelaku UMKM. Stan kuliner khas Kebumen diserbu pengunjung. Salah satunya Melina, pedagang Sate Ambal, yang mengaku dagangannya hampir ludes terjual.
“Alhamdulillah, hampir 700 tusuk habis. Luar biasa ramai,” ungkapnya.
Antusiasme juga datang dari para perantau. Hajar Tatang Rohman, warga asal Buluspesantren, bahkan rela menempuh perjalanan 2,5 jam bersepeda dari Tangerang demi hadir.
“Ini obat rindu kampung halaman. Harus terus ada tiap tahun,” katanya.
Ketua Umum IWAKK Walet Emas, Ibnu Darmawan, menjelaskan bahwa IWAKK menaungi sekitar 70 komunitas perantau dengan filosofi “Walet Emas” (Wani lan Ulet, Eling maring asale).
Filosofi itu diperkuat oleh pesan Bupati Lilis yang mengibaratkan warga Kebumen seperti burung walet.
“Terbang sejauh apa pun, pasti ingat jalan pulang. Sukses di perantauan, tapi jangan lupa membangun kampung halaman,” tegasnya.
Apresiasi juga datang dari Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, yang memuji karakter warga Kebumen yang santun dan tertib. Sementara Wamenhan Donny Ermawan mengajak masyarakat menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa.
Selain itu, festival juga diwarnai aksi sosial berupa santunan anak yatim dan pembagian doorprize spektakuler. Hadiah utama berupa sepeda motor dan motor listrik sukses menjadi magnet tersendiri, salah satunya merupakan sumbangan langsung dari Bupati Lilis Nuryani.
Festival Walet Emas 2026 pun bukan sekadar perayaan—melainkan bukti bahwa identitas, budaya, dan kebersamaan warga Kebumen tetap hidup, meski jauh dari tanah kelahiran.(*)







