Bulan Mutu 2026, KKP dan Anggota DPR RI Ir KRT Darori Wonodipuro Salurkan Bantuan Olahan Ikan di Kebumen


BPPMH KP Yogyakarta bersama anggota Komisi IV DPR RI Ir. KRT. Darori Wonodipuro saat menyerahkan 500 paket ikan olahan di Kebumen.(ft ist)
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)- Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan terus digencarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama anggota Komisi IV DPR RI, Ir. KRT Darori Wonodipuro. Melalui program Bulan Mutu 2026, sebanyak 500 paket olahan ikan sehat dibagikan kepada masyarakat di wilayah pesisir selatan Kabupaten Kebumen, Jumat (15/5/2026).

Paket bantuan tersebut berisi beragam produk olahan perikanan seperti ikan nila bumbu, pastel ikan, dimsum somay ikan, nugget ikan, hingga kaki naga ikan dengan total berat sekitar 3 kilogram per paket. Bantuan disalurkan ke 11 desa yang tersebar di delapan kecamatan wilayah pesisir Kebumen.

Kegiatan sosialisasi dipusatkan di Pendopo Pantai Nelayan Suwuk, Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring. Mengusung tema “Ikan Aman, Sehat dan Bermutu untuk Generasi Bangsa”, kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye nasional peningkatan konsumsi ikan dan edukasi mutu hasil perikanan.

Plt Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Yogyakarta, Aldino Dityanawarman, mengatakan pembagian paket ikan olahan merupakan bentuk edukasi sekaligus dukungan terhadap produk UMKM perikanan lokal di Kebumen.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami pentingnya mengonsumsi ikan yang segar, sehat, dan aman sebagai sumber protein berkualitas bagi keluarga.

“Melalui kegiatan ini kami ingin masyarakat semakin memahami manfaat makan ikan sekaligus mengetahui pentingnya menjaga mutu hasil perikanan sejak proses penangkapan hingga pengolahan,” ujar Aldino usai melepas armada distribusi bantuan.

Ia menambahkan, kualitas produk perikanan di Kebumen sebenarnya cukup baik. Namun masih diperlukan peningkatan pada sisi pengolahan, pengemasan, serta penerapan standar mutu agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Jika kualitas dan standar mutu terus ditingkatkan, peluang pemasaran produk perikanan Kebumen akan semakin besar, tidak hanya untuk pasar lokal tetapi juga berpotensi menembus pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI Ir. KRT Darori Wonodipuro menyoroti masih rendahnya tingkat konsumsi ikan masyarakat Kebumen dibanding rata-rata nasional.

Menurut Darori, persoalan gizi menjadi salah satu indikator penting dalam upaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Konsumsi ikan masyarakat Kebumen masih sekitar 24,5 persen, sementara angka nasional sudah mencapai sekitar 62 persen. Ini menjadi tantangan bersama agar masyarakat semakin gemar makan ikan,” kata Darori.

Ia juga mendorong para nelayan agar meningkatkan kemampuan melaut dan menjaga kualitas hasil tangkapan sejak berada di kapal hingga proses pendaratan ikan.

“Mutu ikan harus benar-benar dijaga karena sangat menentukan kesegaran dan keamanan produk yang dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Darori menegaskan, kegiatan tersebut tidak hanya sebatas pembagian bantuan pangan, namun juga menjadi bagian dari edukasi pentingnya sektor perikanan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.

Diketahui, Kabupaten Kebumen memiliki potensi besar di sektor perikanan, mulai dari perikanan tangkap, budidaya, hingga pengolahan hasil laut yang tersebar di sejumlah wilayah pesisir maupun daratan.

Program Bulan Mutu 2026 sendiri digelar untuk memperkuat gerakan masyarakat peduli mutu dan keamanan hasil kelautan dan perikanan melalui berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi.

Melalui kegiatan itu, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya konsumsi ikan sehat dan bermutu sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.(*)