Waspada Penipuan Nama Sekda Kebumen, Modus Kelebihan Transfer Bantuan hingga Promosi ASN


Edi Rianto,Sekertaris Daerah Kabupaten Kebumen.(ft ist) 
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)-Masyarakat Kabupaten Kebumen diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya aksi penipuan yang mengatasnamakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen, Edi Rianto. Oknum tidak bertanggung jawab diketahui mencatut nama serta foto profil WhatsApp sang Sekda demi memeras korban lewat bermacam modus.

Berdasarkan pengaduan warga yang melonjak dalam satu hingga dua minggu terakhir, Sekda Kebumen Edi Rianto memberikan klarifikasi resmi. Ia menegaskan tidak pernah menghubungi warga, pengurus tempat ibadah, maupun aparatur desa secara pribadi terkait urusan anggaran, dana hibah, ataupun kepegawaian.

Dua Modus Utama: Kelebihan Transfer dan Pajak Fiktif

Pelaku kejahatan ini menyasar pengurus tempat ibadah (takmir masjid) hingga pemerintah desa dengan dua pola utama:

  • Klaim Kelebihan Transfer: Pelaku berpura-pura telah menyalurkan dana hibah dari Bagian Kesra Pemkab Kebumen, lalu berdalih ada kelebihan nominal transfer dan meminta korban mengembalikan sejumlah uang ke rekening tertentu.

  • Permintaan Uang Muka Pajak: Pelaku meminta korban menyetorkan uang terlebih dahulu dengan alasan sebagai biaya pajak pencairan dana hibah atau Alokasi Dana Desa (ADD).

Menanggapi hal itu, Edi Rianto menegaskan seluruh proses penyaluran bantuan Pemkab Kebumen dilakukan secara transparan melalui sistem perbankan resmi (Bank Jateng).

"Pajak hanya dibayarkan setelah transfer dari pemerintah diterima oleh pihak penerima manfaat. Selain itu, jika terjadi kekeliruan nominal, sistem Bank Jateng yang akan melakukan pendebitan ulang secara otomatis. Bukan warga yang diminta mengembalikan uang secara manual," tegas Edi.

Ia juga menambahkan, Pemkab Kebumen menyalurkan dana hibah ke sekitar 200 penerima setiap tahunnya. Secara rasional, tidak mungkin seorang Sekda menghubungi penerima satu per satu secara personal.

Jual Beli Jabatan Fiktif dan Langkah Hukum

Selain modus dana hibah, nama Sekda Kebumen juga dicatut untuk menjanjikan kemudahan mutasi atau promosi jabatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Edi menegaskan bahwa Pemkab Kebumen menerapkan sistem merit berbasis kinerja dan kebutuhan organisasi secara digital, sehingga proses promosi maupun pemindahan tugas tidak mungkin bisa diintervensi oknum.

Aksi penipuan yang terpantau sudah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan ini telah ditindaklanjuti. Pihak Pemkab Kebumen berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Polres Kebumen untuk menelusuri dan menindak tegas para pelaku.

Akses Verifikasi Resmi

Masyarakat yang menerima pesan mencurigakan mengatasnamakan pejabat Pemkab Kebumen diminta tidak terburu-buru mentransfer uang dan segera melakukan verifikasi ke saluran resmi:

Bantuan Hibah/Tempat Ibadah: Bagian Kesra Pemkab Kebumen

Alokasi Dana Desa (ADD): Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD)

Mutasi/Jabatan ASN: Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM)

Warga juga diminta untuk langsung melaporkan setiap indikasi penipuan kepada pihak berwajib.(*)