![]() |
| Tim JKN saat menemui Roni (40), warga Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas di RS.(ft ist) |
Sebagai seorang buruh, Roni mengaku sangat bersyukur karena sudah terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Kepesertaan aktif ini memberinya ketenangan selama menjalani penanganan medis.
“Saya sudah beberapa kali berobat di sini. Pelayanannya baik, dokternya ramah, perawat dan petugas lainnya juga sigap membantu,” ujar Roni saat menceritakan pengalamannya menjalani tindakan operasi.
Proaktif Pastikan Perlindungan Anak
Di tengah masa pemulihan, perhatian Roni tidak hanya tertuju pada matanya. Ia memanfaatkan momentum pendampingan dari petugas BPJS Satu (BPJS Siap Membantu) untuk mengecek kepesertaan keluarga, khususnya sang buah hati yang baru lahir.
Sempat bingung karena status kepesertaan anak pertamanya belum aktif, Roni langsung mencari informasi agar sang anak bisa terlindungi fasilitas kesehatan. Bagi Roni, kepastian jaminan kesehatan untuk keluarga adalah hal yang utama.
“Yang penting bagi saya, anak-anak juga punya jaminan kesehatan. Kalau suatu saat membutuhkan pelayanan, sudah ada jaminan dan tidak bingung lagi,” tuturnya.
Manfaatkan Fitur Digital Mobile JKN
Selain merasakan manfaat layanan medis secara langsung, Roni juga aktif menggunakan kemudahan layanan digital BPJS Kesehatan. Ia rutin memanfaatkan fitur antrean online di aplikasi Mobile JKN setiap kali hendak berobat ke poliklinik rumah sakit.
Menurutnya, fitur ini sangat memangkas waktu tunggu di fasilitas kesehatan.
“Kalau mau berobat ke poli, saya sering pakai antrean online di Mobile JKN. Jadi lebih praktis, tidak perlu datang terlalu pagi hanya untuk mengambil antrean,” jelas Roni.
Pengalaman yang dialami Roni makin menyadarkannya akan pentingnya menjaga kepesertaan JKN tetap aktif bagi seluruh anggota keluarga. Kehadiran jaminan kesehatan memberikan rasa aman dan ketenangan saat risiko kesehatan datang tanpa diduga. (*)











