![]() |
| Bupati Kebumen Lilis Nuryani didampingi Sekda dan Kadisdik saat rapat evaluasi di Aula Diskikpora.(ft ist) |
Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Kebumen tersebut dihadiri jajaran Sekda, Disdikpora, Bapperida, BPKPD, KONI, hingga perwakilan cabang olahraga dan pegiat olahraga daerah.
Langkah evaluasi ini merupakan buntut dari riuhnya pembahasan di media sosial mengenai armada mikrobus engkel yang digunakan untuk memboyong kontingen Kebumen ke Semarang. Penggunaan kendaraan tersebut memicu keprihatinan publik karena dinilai kurang memadai untuk perjalanan jauh antar-kota bagi para atlet yang membawa nama daerah.
Lonjakan Peserta Bikin Anggaran Membengkak
Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen menjelaskan, pemicu utama dinamika ini adalah lonjakan kebutuhan logistik dan peserta yang di luar perkiraan awal.
Jumlah Kontingen: Kebumen mengirimkan 321 personil (248 atlet dinas, 16 atlet mandiri, 57 pelatih/ofisial, serta 12 pendamping dan panitia).
Aturan Baru Provinsi: Adanya tambahan dua cabor baru serta kebijakan kelolosan hingga juara dua beregu melonjakkan kuota potensi atlet dari 209 orang pada 2025 menjadi 522 orang pada 2026.
Perubahan Format: POPDA digelar serentak selama enam hari berturut-turut (1–6 September 2026), tidak lagi terbagi per jenjang sekolah seperti tahun lalu.
Defisit Anggaran: Keterlambatan juknis pada April 2026 membuat alokasi DPA awal sebesar Rp391 juta membengkak menjadi kebutuhan riil Rp620 juta, sehingga terjadi defisit sekitar Rp229 juta pada pos angkutan, seragam, dan konsumsi.
Pihak dinas menyebut pemilihan armada mikrobus awalnya didasari efisiensi budget serta kemudahan mobilitas harian menjangkau 14 lokasi venue yang tersebar di Semarang, Kendal, dan Pati. Kendati demikian, dinas menyampaikan permohonan maaf atas kelemahan mitigasi risiko yang memicu ketidaknyamanan.
Kritik tajam turut disampaikan pegiat olahraga Kebumen, Sujud Sugiarto. Ia mengingatkan agar para pengampu kebijakan lebih peka terhadap dinamika di lapangan demi kenyamanan atlet.
"Ini atlet untuk membawa nama baik Kebumen. Yang mengelola anggaran mestinya melihat perubahan atau dinamika di lapangan. Karena ini evaluasi, maka tahun depan jangan terjadi lagi," tegas Sujud.
Bupati Janji Ganti Bus dan Tinjau Langsung
Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Kebumen menyampaikan keprihatinannya dan menyoroti tersumbatnya jalur komunikasi internal perangkat daerah yang membuat masalah ini tidak terdeteksi sejak awal.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Bupati memastikan armada angkutan bagi para atlet akan segera diganti dengan kendaraan yang lebih layak dan nyaman.
"Saya seorang ibu juga sedih melihat kendaraan seperti itu. Mengapa tidak ada komunikasi? Saya merasa anak-anak itu seperti anak saya sendiri. Harus ada rasa nyaman, karena mereka membawa nama Kebumen. Nanti bus-busnya akan saya ganti," ujar Bupati yang juga dijadwalkan langsung bertolak ke Semarang untuk meninjau kondisi kontingen.
Di luar masalah logistik, perjuangan para atlet pelajar Kebumen di arena POPDA Jateng 2026 tetap mengukir prestasi. Hingga Kamis (3/9/2026), kontingen Kebumen berhasil bertengger di peringkat 11 se-Jawa Tengah dengan torehan 12 medali (4 emas, 2 perak, dan 6 perunggu).(*)











