Musim Kemarau Mencapai Puncak, Polres Kebumen dan Tim Gabungan Siagakan 210 Tangki Air Cegah Karhutla


Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Gedung Tribrata Polres Kebumen.(ft ist) 
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)-Memasuki puncak musim kemarau, ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian mengintai wilayah Kabupaten Kebumen. Menanggapi potensi bencana tersebut, Polres Kebumen menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Gedung Tribrata Polres Kebumen pada Selasa (4/8/2026) guna merapatkan barisan dan menyiagakan personel serta sarana penanggulangan.

Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, OPD, BPBD, Kodim 0709/Kebumen, Pejabat Utama Polres, hingga seluruh Kapolsek dan Danramil se-Kabupaten Kebumen.

Dalam arahannya, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra. Ia menyoroti maraknya insiden kebakaran lahan di beberapa daerah Jawa Tengah belakangan ini, termasuk area di sepanjang jalur tol.

"Di Kebumen sendiri, peristiwa kebakaran sempat melalap area Pejagoan. Berkat respons cepat dan koordinasi yang solid di lapangan, api berhasil dipadamkan sebelum meluas," tegas AKBP I Putu Bagus.

Kapolres menginstruksikan seluruh jajaran untuk bergerak cepat merespons setiap aduan masyarakat, baik terkait potensi titik api maupun krisis air bersih. "Kekeringan dan karhutla adalah tantangan bersama. Tidak ada instansi yang bisa berjalan sendiri. Kuncinya ada pada koordinasi, kecepatan informasi, serta kesiapan personel dan armada di lapangan," lanjutnya.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Kebumen, Yani Giat Setyawan mengungkapkan bahwa langkah mitigasi kini fokus pada kesiapan pasokan air. Pemkab telah menyiapkan sekitar 210 tangki air siap edar untuk mendukung penanganan kebakaran dan penyaluran bantuan air bersih, dengan skema penambahan kuota sesuai dinamika kebutuhan.

Selain itu, titik-titik PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) disiagakan sebagai sumber air pemadaman mendesak, meski debit air di beberapa titik mulai menyusut.

"Mayoritas kebakaran yang terjadi memicu vegetasi kering dan semak belakangan ini. Karena itu, patroli rutin di area rawan serta kerja sama lintas sektor menjadi benteng utama pencegahan," ujar Yani.

Dukungan penuh juga ditegaskan oleh Pasi Ops Kodim 0709/Kebumen Kapten Inf. Miswanto. Ia menyatakan TNI siap terjun mendampingi pemerintah daerah dan kepolisian melalui patroli terpadu serta edukasi intensif ke masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan paparan teknis pemetaan kawasan rawan serta strategi mitigasi oleh BPBD Kabupaten Kebumen. Melalui konsolidasi skala besar ini, sinergi antar-instansi di Kebumen diharapkan semakin solid sehingga potensi krisis air dan karhutla dapat diantisipasi secara cepat, tepat, dan terpadu.(*)