![]() |
| Polres Kebumen bersama Perum Perhutani memasang papan imbauan di kawasan RPH Karanggayam.(ft ist) |
Aksi tanggap darurat ini menyasar kawasan hutan petak 124 B dan 125 F RPH Karanggayam sekitar pukul 10.15 WIB. Titik-titik pemasangan dipilih secara strategis di area yang mudah terlihat oleh masyarakat maupun pengguna jalan yang melintasi kawasan hutan.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menegaskan bahwa langkah preventif ini sangat krusial untuk menekan risiko timbulnya titik api, mengingat kondisi vegetasi lahan saat ini kian mengering dan rentan terbakar.
Ia menambahkan, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah timbulnya bencana. Bencana besar sering kali berawal dari kelalaian kecil, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau meninggalkan sisa api unggun di dalam hutan.
"Warga kami imbau tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak meninggalkan api di kawasan hutan," tegas AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.
Kegiatan pemasangan papan imbauan di lapangan dipimpin langsung oleh Kapolsek Karanggayam Iptu Sumaryadi bersama Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Karanggayam Budiyono, serta didukung penuh oleh personel kepolisian dan petugas Perhutani.
Selain imbauan keselamatan, papan peringatan tersebut memuat larangan tegas bagi warga agar tidak membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara dibakar. Masyarakat juga diminta untuk aktif melapor jika menemukan indikasi titik api di sekitar tempat tinggal mereka.
Dukungan penuh turut disampaikan oleh Asper Karanganyar, Kusdianto. Menurutnya, kolaborasi bersama pihak kepolisian ini merupakan bagian penting dari sosialisasi berkelanjutan bagi masyarakat yang sering beraktivitas di sekitar hutan.
Inisiatif ini pun mendapat tanggapan positif dari warga setempat. Puji, salah seorang warga yang tinggal di kawasan sekitar hutan, mengapresiasi langkah cepat petugas. Ia menilai papan peringatan tersebut menjadi pengingat efektif bagi warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas.
Mengingat api dapat menyebar dengan sangat cepat pada vegetasi yang mengering, keterlibatan aktif masyarakat menjadi benteng pertahanan utama. Polres Kebumen dan Perhutani berharap sinergi ini dapat mencegah karhutla sedini mungkin sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar.(*)








