Jembatan Vital Klantang Terancam Putus Total: Warga Desak Pemkab Kebumen Turun Tangan!


Kondisi memprihatinkan  jembatan Kali Klantang  di Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan.(ft ist) 
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)-Ketakutan melanda warga Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen. Jembatan Kali Klantang yang menjadi benteng utama mobilitas warga di ruas jalan Tembana-Peniron kini hancur dihantam banjir sejak 9 November 2025 lalu. Hingga kini, bentang jembatan sepanjang 4 meter itu dibiarkan merana tanpa kejelasan kapan akan dibangun kembali.

Setiap hari, para pengguna jalan harus bertaruh nyawa menyeberangi sisa-sisa bangunan jembatan yang kian rapuh. Eko, seorang warga lokal, mengaku selalu diselimuti rasa waswas setiap kali melintasi jalur horor tersebut. Ia dan warga lainnya bertarung dengan risiko, berharap uluran tangan pemerintah tidak terlambat.

Kepala Desa Peniron, Triyono Adi, mengungkapkan bahwa malapetaka ini sebenarnya berakar dari ganasnya erosi Sungai Lukulo yang perlahan menggerogoti tapak jembatan.

"Jembatan Klantang itu dari awal sebelum 2025 memang sudah tergerus erosi Sungai Lukulo. Di bawahnya ada pengaman bronjong, tapi jebol dihantam banjir besar. Akibatnya pondasi tergerus pelan-pelan sampai akhirnya ambrol total pada November 2025," ujar Triyono.

Jalur Nadi 4 Kecamatan Terancam Mati Total

Langkah darurat yang diambil pihak desa hanyalah memasang pagar pengaman seadanya. Tanpa adanya jembatan darurat, masyarakat tidak memiliki pilihan selain merayap di atas puing-puing berbahaya tersebut. Padahal, jembatan ini bukan sekadar jalan desa—ia adalah akses vital penghubung empat kecamatan sekaligus: Pejagoan, Karangsambung, Karanggayam, hingga Sadang.

Nadi perekonomian dan pendidikan warga bertumpu sepenuhnya di sini. Mulai dari pergerakan truk pengangkut komoditas, anak-anak yang menuntut ilmu ke SMP dan SMA, hingga warga yang hendak berobat atau berbelanja ke pusat Kota Kebumen, semuanya bergantung pada satu jembatan ini.

Meski jajaran Pemerintah Kabupaten Kebumen bersama Bupati sempat turun ke lokasi dan menjanjikan perbaikan di tahun ini, kenyataan di lapangan masih nihil. Belum ada tanda-tanda alat berat akan bekerja.

"Saya mendesak Pemkab Kebumen untuk segera merealisasikan pembangunan Jembatan Klantang. Ini akses pokok dari segala bidang. Kalau tidak dibangun tahun ini, saya khawatir kondisi sekitar semakin parah, jembatan ambruk total, dan akses masyarakat mati total!" tegas Triyono.

Ancaman Erosi Musim Hujan

Kondisi diprediksi akan makin mencekam saat puncak musim hujan tiba. Pertemuan arus deras Sungai Klantang dan luapan air Sungai Lukulo tepat di bawah jembatan menciptakan pusaran erosi ganas yang terus mengikis tanah tersisa.

Triyono berharap Pemkab tidak hanya sekadar 'menempel' jembatan baru, tetapi membangun ulang konstruksi yang jauh lebih luas, kokoh, serta dilengkapi penahan erosi permanen agar bencana serupa tidak terulang kembali.(*)