![]() |
| Kondisi ruas jalan Pagebangan yg longsor belum ada penanganan serius dari pihak terkait.(ft ist) |
Panjang badan jalan yang amblas mencapai 20 meter dengan lebar tiga meter. Kejadian ini tak hanya melumpuhkan sebagian akses transportasi, tetapi juga mengancam keselamatan warga sekitar serta para pengguna jalan.
Titik amblas yang berada tepat di tikungan tajam memicu bahaya ekstra. Pengendara dari arah berlawanan kerap tak menyadari bahaya yang mengintai karena jarak pandang yang terbatas. Beberapa insiden kecelakaan, terutama yang melibatkan anak-anak sekolah saat melintas, telah berulang kali terjadi.
Kendati Dinas PUPR Kabupaten Kebumen sudah memasang rambu peringatan di area tersebut, warga menilai penanganan tak boleh berhenti sebatas plang imbauan semata.
Iyar, warga yang kediamannya berada tepat di bawah tebing jalan yang amblas, mengaku tak pernah bisa tenang setiap kali cuaca mulai mendung. Ia mengingat betul detik-detik mencekam saat tanah di atas rumahnya runtuh sekira pukul 21.00 WIB usai diguyur hujan deras berturut-turut.
"Tiba-tiba ambruk malam hari jam sembilan. Air dari atas langsung tumpah semua ke bawah," tutur Iyar.
Kondisi kian mengerikan saat hujan turun, di mana aliran air hujan dari badan jalan menderu kencang menghantam area rumahnya. "Airnya deras sekali seperti curug (air terjun). Kalau hujan, air jalanan tumpah ke rumah semua. Kami tidak bisa tidur nyenyak, takut tanahnya ambruk lagi dan menimbun rumah," ungkapnya cemas.
Kekhawatiran senada disampaikan oleh Pemerintah Desa Gunungsari. Kepala Desa Gunungsari menegaskan bahwa desanya terus menerima aduan dari masyarakat yang resah karena lokasi longsor yang menempel ketat dengan area permukiman.
"Warga sudah bolak-balik melapor. Longsornya memang persis di samping rumah warga. Meskipun sekarang masih musim kemarau, antisipasi harus dilakukan dari sekarang. Begitu masuk musim hujan, longsor susulan hampir dipastikan terjadi dan langsung mengancam rumah warga," tegas Kepala Desa Gunungsari saat ditemui pada Selasa (11/8/2026).
Selain ancaman keselamatan jiwa, jalan ini merupakan urat nadi perekonomian dan mobilitas warga. Ruas Gunungsari merupakan jalur vital penghubung ke Desa Pagebangan, Logandu, Karangrejo, hingga pusat Kota Kebumen. Warga bergantung penuh pada akses ini untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk membawa hasil bumi ke pasar.
Warga dan Pemerintah Desa Gunungsari berharap Pemkab Kebumen bergerak cepat mengeksekusi perbaikan permanen sebelum puncaknya musim hujan tiba, demi menjamin keselamatan jiwa serta kelancaran roda ekonomi masyarakat.(*)








