![]() |
| Training Care Leadership Tingkat Pratama yang digelar Akademi Perempuan NasDem (APN) bersama DPW NasDem Jateng.(ft ist) |
Itulah inti dari Training Care Leadership Tingkat Pratama pertama secara luring yang digelar Akademi Perempuan NasDem (APN) bersama DPW NasDem Jateng.
Bukan pelatihan biasa. APN ingin melahirkan pemimpin perempuan yang kuat dalam mengambil keputusan, tapi juga kuat dalam empati. Pendekatannya disebut _Care Leadership_, berakar pada Konsep Ekologi Rahim dan nilai Feminisme Pancasila. Sederhananya: memimpin dengan asih, asah, dan asuh.
“Sebelum merawat masyarakat, kita harus mampu merawat diri sendiri dulu. Kepedulian bukan kelemahan. Justru itu sumber kekuatan kepemimpinan,” tegas Eva Sundari, salah satu pendiri APN. Ia menekankan, kepemimpinan efektif harus sejalan dengan sila 2 dan 5 Pancasila: kemanusiaan yang adil dan beradab, serta keadilan sosial.
Acara dibuka oleh Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI. Menurutnya, di era krisis multidimensi seperti sekarang, Indonesia butuh pemimpin yang inklusif dan mau mendengar. Care Leadership dianggap bekal penting agar kader perempuan bisa menghadirkan solusi yang menyentuh akar masalah.
Senada, Amelia Anggraini, Anggota DPR RI sekaligus Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP NasDem, mengingatkan soal ruang.
“Perempuan harus punya tempat yang setara untuk bersuara, termasuk suara-suara yang selama ini jarang didengar. Kita harus hadir di setiap agenda politik dan memastikan kepentingan anak jadi bagian dari pembangunan bangsa,” ujarnya.
Sementara Andina Narang, Ketua Garnita Malahayati NasDem, mengajak peserta memulai dari hal kecil.
“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah sederhana. Mendengar keluhan warga, mendampingi perempuan, memperjuangkan hak anak, membantu keluarga. Pemimpin tidak selalu lahir dari podium. Ia lahir dari keberanian hadir di tengah masyarakat,” katanya.
Selama sehari penuh, para peserta dari seluruh DPW Jateng ini dibekali cara memimpin yang humanis. Targetnya jelas: mencetak kader yang tangguh, berintegritas, dan mampu membawa politik yang lebih berpihak pada rakyat.
APN berharap model pelatihan ini bisa ditiru di daerah lain. Karena menurut mereka, kesetaraan gender tidak akan terwujud hanya lewat aturan. Ia butuh gerakan sosial yang dimulai dari kepedulian.(*)
Kontak Media APN
Rayla Kusrorong
+62 852-4010-4411








