![]() |
| Petugas gabungan saat mengecek gudang penyimpanan furniture milik Ganjar Yuwono di Desa Jatimulyo, Kecamatan Petanahan yg ludes terbakar.(ft ist) |
Meski tidak memakan korban jiwa, insiden ini menelan kerugian materiil hingga puluhan juta rupiah setelah berbagai macam perabot kayu hangus tak tersisa.
Peristiwa ini pertama kali diketahui warga sekitar pukul 14.15 WIB. Saksi mata, Tri Nur Arifin, yang sedang berada di teras rumahnya, dikagetkan oleh kepulan asap hitam pekat dari arah gudang korban. Saat mendatangi lokasi, ia mendapati api sudah membesar dan melahap isi bangunan.
Melihat kobaran api, perangkat desa setempat, Teguh Rodiyanto, langsung menghubungi pemilik gudang yang saat kejadian tengah berada di Kecamatan Sruweng, sekaligus melapor ke pihak kepolisian.
Petugas Polsek Petanahan bergerak cepat menuju lokasi kejadian begitu menerima laporan pada pukul 14.20 WIB. Kapolsek Petanahan AKP Supriyo turun langsung memimpin jajaran Kanit Reskrim, Kanit Binmas, hingga Ka SPKT untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta melokalisasi area.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengonfirmasi bahwa indikasi awal penyebab kebakaran murni dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
"Personel langsung mengamankan TKP dan pendataan begitu laporan masuk. Dugaan sementara, api berasal dari pembakaran sampah di sekitar lokasi yang merembet hingga membakar gudang," tegas AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.
Akibat kebakaran ini, stok perabot kayu siap jual seperti lemari, dipan, dan tumpukan papan kayu hangus menjadi arang.
Menanggapi kejadian tersebut, Kapolres Kebumen mengimbau masyarakat untuk ekstra waspada saat membakar sampah, terutama di tengah kondisi cuaca kering. Api sekecil apa pun yang dibiarkan tanpa pengawasan berpotensi memicu kebakaran hebat dan merugi hingga puluhan juta rupiah.(*)








