![]() |
| Tim JKN saat mengunjungi Yuni Safira (24) dan ibu Nurhayati (49). Warga Desa Jati, Kecamatan Bener, Purworejo di RSI Pwj.(ft ist) |
Rasa tenang itu bukan tanpa alasan. Sebagai keluarga peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 3, Yuni tak perlu pusing memikirkan tebalnya tagihan rumah sakit.
"Pelayanannya sangat baik dan semua petugas ramah. Dokter serta perawat menjelaskan kondisi ibu dengan bahasa yang mudah kami pahami. Kami merasa sangat dibantu dan tenang," ujar Yuni saat disapa petugas BPJS Kesehatan dalam kegiatan Customer Visit, baru-baru ini.
Yuni mengaku, selama mendampingi ibunya di rumah sakit, ia sama sekali tidak merasakan adanya diskriminasi atau perbedaan perlakuan. Pelayanan yang diterima tetap cepat, nyaman, dan ramah.
Bagi Yuni, iuran rutin JKN yang dibayarkannya setiap bulan mirip dengan konsep menabung dan bergotong royong. Saat keluarga dalam keadaan sehat, iuran tersebut membantu orang lain yang sedang terbaring sakit. Sebaliknya, ketika musibah sakit datang menghampiri keluarganya, perlindungan pembiayaan hadir secara nyata.
Berobat Lebih Praktis Berkat Fitur Antrean Online
Tak hanya soal jaminan pembiayaan, Yuni juga sangat merasakan manfaat dari modernisasi layanan BPJS Kesehatan. Sebagai generasi muda yang akrab dengan teknologi, ia aktif memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN, khususnya fitur Antrean Online.
Fitur ini menjadi "penyelamat" waktu baginya. Yuni tak perlu lagi datang sejak subuh hanya untuk mengambil nomor antrean atau duduk berjam-jam di ruang tunggu fasilitas kesehatan.
"Lewat Antrean Online di Mobile JKN, kami sudah bisa perkirakan jam berapa harus datang ke faskes. Lebih praktis, hemat waktu, dan tidak perlu mengantre lama. Waktunya bisa dipakai untuk persiapan lain di rumah," jelasnya.
Ruang Menyapa yang Menenangkan
Momen Customer Visit yang dilakukan petugas BPJS Kesehatan di ruang perawatan siang itu juga dimanfaatkan Yuni untuk berkonsultasi langsung. Dari dialog singkat tersebut, ia mendapatkan pemahaman yang lebih utuh mengenai hak, kewajiban, hingga beragam fitur kemudahan yang disediakan BPJS Kesehatan.
Bagi Yuni dan keluarganya, Program JKN bukan sekadar kartu jaminan, melainkan jaring pengaman yang memberikan rasa tentram. Kisah Nurhayati menjadi bukti nyata bahwa kombinasi pelayanan medis yang hangat dan inovasi digital Mobile JKN mampu menghadirkan layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)








