![]() |
| Petugas saat melakukan Olah TKP.(ft ist) |
Peristiwa bermula saat RS bersama lima temannya bermain dan berenang di sungai. Korban membawa sebatang bambu dan mencoba menyeberang ke bagian sungai yang kedalamannya diperkirakan mencapai 3 meter.
Teman-temannya sempat memperingatkan agar tidak ke tengah. Namun peringatan itu tidak diindahkan. Saat korban tenggelam, teman-temannya langsung berteriak minta tolong. Warga yang mendengar segera turun dan mengevakuasi korban. Sayangnya, RS sudah tidak dapat diselamatkan. Dari keterangan yang dihimpun, korban diketahui tidak bisa berenang.
Menindaklanjuti laporan, personel Polsek Buluspesantren bersama tim medis Puskesmas Buluspesantren 1 langsung ke lokasi. Polisi melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi. Tim medis menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan visum. Mereka juga menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyampaikan duka cita dan mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, terutama saat anak-anak bermain di luar rumah.
"Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar selalu tahu anak bermain di mana. Pastikan mereka berada di tempat aman. Jangan biarkan anak bermain di sungai atau lokasi berbahaya tanpa pendampingan orang dewasa," ujar AKBP I Putu, Selasa 21 Juli 2026.
Ia menambahkan, pengawasan orang tua sangat penting, apalagi saat musim libur sekolah. Risiko kecelakaan di sungai, waduk, dan kolam meningkat jika anak tidak diawasi.
"Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Satu kelalaian kecil bisa berakibat fatal," tegasnya.
Polres Kebumen berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar tidak ada lagi korban serupa.(*)








