![]() |
| Bupati Kebumen Lilis Nuryani saat memberikan insentif tahap pertama kepada guru ngaji dalam rangkaian kegiatan Buka Bersama Ulama dan Umaro yang digelar di Pendopo Kebumen.(ft ist) |
Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan para ulama dan tokoh agama, sekaligus bentuk apresiasi atas dedikasi para guru ngaji dalam membimbing masyarakat.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Kebumen, Tjahjo Sambodo, menjelaskan bahwa program pemberian insentif ini merupakan agenda rutin yang bertujuan menjaga keharmonisan antara pemerintah (umaro) dengan para ulama.
“Tahun ini insentif diberikan kepada 300 penerima manfaat yang terdiri dari guru ngaji TPQ, Madrasah Diniyah (Madin), serta pengajar di masjid dan musala di seluruh Kabupaten Kebumen. Besaran bantuan berkisar antara Rp300.000 hingga Rp600.000, disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” ujar Tjahjo.
Ia menambahkan, ke depan pemerintah daerah berkomitmen untuk menyamaratakan besaran insentif tersebut agar para penerima mendapatkan dukungan yang lebih merata.
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru ngaji dan kiai yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membina moral dan akhlak masyarakat.
Menurutnya, peran para ulama sangat penting dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia.
“Di desa-desa, panjenengan menjadi tempat masyarakat bertanya dan mencari nasihat ketika menghadapi berbagai persoalan hidup. Dari tangan panjenengan lahir generasi yang berbakti kepada orang tua, agama, dan bangsa,” ungkap Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung capaian satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati. Salah satu keberhasilan yang disyukuri adalah keluarnya Kebumen dari status kabupaten termiskin di Jawa Tengah.
Ia menyebutkan, angka kemiskinan di Kebumen berhasil turun sebesar 2,13 persen, yang menjadi penurunan tertinggi di Pulau Jawa.
“Capaian ini merupakan hasil kerja keras bersama antara pemerintah dan seluruh masyarakat, termasuk para ulama yang terus menjaga kerukunan dan persatuan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan insentif dan bingkisan secara simbolis oleh Bupati bersama jajaran Forkopimda kepada perwakilan guru ngaji.
Kegiatan kemudian ditutup dengan tausiyah oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Furqon, KH Mudhofir. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya memahami hakikat syukur, terutama di bulan Ramadan.
“Syukur bukan sekadar mengucapkan Alhamdulillah, tetapi bagaimana kita menyesuaikan perbuatan dengan maksud Sang Pemberi nikmat. Semoga Ramadan ini menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa,” pesannya.(*)









