![]() |
| Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Forkopimda menyambut arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 H yang digelar di Gedung Pertemuan Setda.(ft ist) |
Rapat tersebut menjadi momentum konsolidasi berbagai instansi guna memastikan kesiapan layanan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik ke Kebumen.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan dan pelayanan arus mudik sangat bergantung pada sinergi kuat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan.
“Mobilitas masyarakat saat Lebaran meningkat sangat signifikan. Karena itu semua sektor harus benar-benar siap agar masyarakat bisa mudik dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan lima aspek utama yang menjadi fokus kesiapan daerah, yaitu kesiapan transportasi dan jalur mudik, optimalisasi layanan kesehatan termasuk PSC 119, stabilitas harga serta ketersediaan kebutuhan pokok, kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Infrastruktur dan Jalur Mudik Dipastikan Siap
Sekretaris Daerah Kebumen Edi Rianto menjelaskan, Posko Terpadu Angkutan Lebaran akan beroperasi mulai 13 hingga 29 Maret 2026.
Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 15 dan 17 Maret. Sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret serta 27–28 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif dan memasang Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ) portable di tujuh titik strategis.
Selain itu, pemeliharaan jalan kabupaten juga dipercepat melalui penanganan darurat berupa penutupan lubang agar kondisi jalan siap dilalui sebelum masa mudik.
Adapun proyek pembangunan jalan nasional pada ruas Kebumen–Purworejo–Karangnongko akan dihentikan sementara mulai H-10 Lebaran guna menjaga kelancaran arus kendaraan.
Layanan Kesehatan dan Pangan Dipastikan Aman
Untuk memberikan rasa aman bagi para pemudik, pemerintah daerah menyiapkan empat Pos Kesehatan Terpadu serta enam Pos Kesehatan yang ditempatkan di sejumlah destinasi wisata favorit.
Di sektor ekonomi, Pemkab Kebumen memastikan ketersediaan bahan pangan dalam kondisi surplus dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.
Meski beberapa komoditas seperti cabai mengalami fluktuasi harga, pemerintah terus melakukan pemantauan intensif agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali.
Pengamanan Diperkuat, Pos Mudik Hadirkan Layanan Gratis
Komandan Kodim 0709 Kebumen Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono menyatakan situasi wilayah Kebumen saat ini dalam kondisi kondusif. Meski demikian, pihaknya telah memetakan berbagai potensi kerawanan seperti kemacetan dan kemungkinan bencana alam.
“Pengamanan akan diperkuat melalui patroli gabungan serta koordinasi lintas instansi agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman selama masa mudik,” jelasnya.
Sementara itu, Polres Kebumen melalui Operasi Ketupat Candi 2026 akan mengoperasikan 11 pos pengamanan dan pelayanan di berbagai titik strategis.
Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman mengungkapkan, tahun ini pos pelayanan juga menghadirkan inovasi layanan hospitality gratis bagi pemudik.
Di antaranya bengkel motor gratis, barber shop, area bermain anak, hingga pojok kopi UMKM yang tersedia di Pos Terpadu Alun-Alun Kebumen serta Pos Pelayanan Karanganyar.
Waspadai Dampak Dinamika Global
Selain kesiapan teknis di lapangan, rapat juga menyoroti dinamika global yang berpotensi berdampak pada stabilitas daerah.
Koordinator Wilayah BIN Kebumen Andy mengingatkan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Amerika Serikat, dapat memicu efek domino terhadap kondisi ekonomi nasional.
“Eskalasi di Timur Tengah bukan sekadar isu internasional. Dampaknya bisa memicu fluktuasi harga energi dan bahan pokok yang akhirnya dirasakan masyarakat saat masa mudik,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa situasi tersebut turut mempengaruhi kondisi psikologis keluarga pekerja migran asal Kebumen yang bekerja di kawasan Timur Tengah.
Seluruh Elemen Dilibatkan
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh berbagai pimpinan instansi vertikal, di antaranya Kepala BBPJN Jawa Tengah, Kepala BBWS Serayu Opak, Kepala BPS, serta Kepala Kantor Kemenag Kebumen.
Turut hadir para camat, Danramil, Kapolsek se-Kabupaten Kebumen, pimpinan BUMN dan BUMD, pengelola stasiun dan terminal, Bulog, serta perwakilan Hiswana Migas.
Sejumlah organisasi kemitraan dan relawan seperti PMI, SAR, PHRI, ORARI, RAPI, hingga Senkom juga dilibatkan untuk bersiaga selama masa mudik Lebaran demi memastikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat.(*)







