![]() |
| Persak Kebumen meraih posisi runner up Liga 4 Jateng.(ft ist) |
Sejak awal pertandingan, Persak tampil disiplin menghadapi dominasi penguasaan bola lawan. Pertahanan rapat Laskar Joko Sangkrip membuat Persibangga kesulitan mencetak gol di babak pertama. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persibangga lebih dulu memecah kebuntuan pada menit ke-49 melalui sepakan Andre Aditya. Tertinggal satu gol tak membuat mental Persak runtuh. Anak-anak Kebumen justru bangkit dan meningkatkan intensitas serangan.
Hasilnya datang pada menit ke-65. Berawal dari lemparan ke dalam Ridwan Adimas, terjadi kemelut di depan gawang Persibangga. Kiper lawan, Aldiano Sefiola, melakukan kesalahan antisipasi yang berujung gol bunuh diri. Skor berubah menjadi 1-1 dan membakar semangat Persak.
Laga semakin panas hingga peluit panjang berbunyi, memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti. Ketegangan menyelimuti Stadion Jatidiri. Para eksekutor dari kedua tim tampil penuh percaya diri, saling berbalas gol hingga penendang ke-11.
Sayangnya, keberuntungan belum sepenuhnya berpihak pada Persak. Pada penendang ke-12, Persibangga memastikan kemenangan setelah sepakan Muhamad Rizqi Fauzan tak mampu dibendung kiper Persak. Skor akhir adu penalti 12-11 menutup laga dramatis tersebut.
Meski gagal mengangkat trofi, Persak Kebumen menunjukkan mental juara dan daya juang tinggi. Perjalanan hingga final menjadi bukti kebangkitan sepak bola Kebumen di pentas Nasional .(*)












