Kegiatan tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani. Turut hadir mendampingi, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, jajaran pimpinan OPD, Forkopimcam Gombong, KUA Gombong, Pemerintah Desa Kedungpuji, serta Takmir Masjid Nurul Falaah.
Ketua Takmir Masjid Nurul Falaah, Bambang Purwanto, menjelaskan Pasora menjadi satu dari 19 agenda Ramadan yang disusun pihak masjid. Sejak digelar pertama kali pada 2010, Pasora konsisten menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Ini edisi ke-16. Kami berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Kedungpuji agar warga, baik dari dalam maupun luar desa, mendapat kesempatan meningkatkan penghasilan selama Ramadan,” jelasnya.
Tahun ini, lokasi Pasora bergeser sedikit ke arah utara, tepatnya di depan Gedung Serbaguna Desa, menyesuaikan pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Sebanyak 40 pedagang mengisi stan dan akan beroperasi hingga sehari menjelang Lebaran.
Dalam sambutannya, Bupati Lilis mengajak masyarakat menjadikan Pasora sebagai momentum ibadah sekaligus penguatan ekonomi lokal.
“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperbanyak amal dan saling berbagi. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi pedagang dan pembeli,” ujarnya.
Suasana semakin hangat saat Bupati berinteraksi dengan anak-anak yang hadir. Ia menyerahkan uang tunai total Rp1 juta yang dibagikan masing-masing Rp10 ribu kepada anak-anak, dengan pesan agar dibelanjakan di area Pasora untuk membantu pedagang lokal.
Selain itu, Bupati juga menyerahkan santunan kepada dua lansia serta menyempatkan diri memborong sejumlah dagangan warga sebelum menutup kunjungan dengan meninjau langsung Masjid Nurul Falaah.
Pasora Kedungpuji pun kembali menjadi ruang temu warga: tempat ibadah, silaturahmi, dan penggerak ekonomi desa selama bulan suci.(*)









