![]() |
| Jalur rel Desa Wonosari, Kecamatan Kebumen.(ft ist) |
Korban, Muhamad Arifin, warga Desa Wonosari, saat itu berjalan di tepi rel sekitar pukul 06.30 WIB. Tanpa disadari, kereta yang melaju dari arah barat menuju timur datang dari belakangnya dengan kecepatan tinggi.
Kuatnya hempasan angin dari rangkaian kereta membuat Arifin terjatuh dan terkapar di pinggir rel.
“Korban terkena hempasan angin kereta yang melintas lalu terjatuh,” ujar Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.
Warga yang melihat kejadian tersebut sempat panik. Mereka khawatir korban mengalami luka serius. Sejumlah warga langsung bergegas memberikan pertolongan dan melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian.
Petugas Polsek Kebumen segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, serta memastikan korban mendapatkan penanganan medis.
Arifin kemudian dilarikan ke RSUD Soedirman Kebumen. Berdasarkan pemeriksaan medis, korban mengalami luka lecet di telapak kaki kanan serta lebam di paha kanan. Kondisinya sadar dan masih menjalani perawatan.
Kapolsek Kebumen AKP Wayan Sukedana menyebut peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar tidak berada terlalu dekat dengan jalur rel.
“Masyarakat diimbau tidak berjalan terlalu dekat dengan rel karena risiko terserempet bahkan tertabrak kereta api,” tegasnya.
Polisi mengingatkan, selain bahaya tertabrak, kecepatan kereta juga dapat menimbulkan tekanan angin yang cukup kuat hingga membahayakan orang di sekitarnya.
Insiden di Wonosari ini berakhir tanpa korban jiwa. Namun, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa satu langkah terlalu dekat ke rel bisa berujung petaka.(*)









