![]() |
| Acara Diklat KSR di Aula Henry Dunant PMI Kebumen.(ft ist) |
Pengukuhan berlangsung pada Sabtu (31/10/2026) di Aula Henry Dunant PMI Kebumen. Kegiatan tersebut menjadi tahap akhir dari proses pendidikan sekaligus penanda kesiapan para anggota untuk bergabung dalam barisan relawan kemanusiaan.
Ketua PMI Kabupaten Kebumen, Sabar Irianto, yang membuka kegiatan Diklatsar, menegaskan bahwa seorang relawan harus memiliki mental kuat, tangguh, serta siap menghadapi berbagai kondisi di lapangan.
Menurutnya, tugas kemanusiaan tidak mengenal waktu maupun tempat. Karena itu, setiap anggota KSR harus memiliki kesiapan fisik, mental, pengetahuan, dan keterampilan yang memadai.
"Mas dan Mbak yang mengikuti diklat ini harus kuat dari segala hal dan menjadi tangguh, sehingga siap ditugaskan di mana saja. Apalagi sekarang PMI semakin dibutuhkan di berbagai tempat," ujar Sabar Irianto.
Dalam pelaksanaan Diklatsar tersebut, PMI Kebumen menghadirkan sejumlah pemateri dan instruktur berpengalaman untuk memberikan pembekalan kepada peserta.
Para pemateri di antaranya Ulfah Fitri, S.Sos., Sony P., Qosim Jamaluddin, S.Pd., Dian Ariyanto, M.Pd., Afied Ilham, S.M., Hafifah Umami, S.Hum., Agus Ramelan, Fajar S., Heni R., Siti Alfiah, Siti Nurhayati, Dimas Aji S., Khafidurrahman, Siti Mutaliah, S.M., Wahyu Maulana, dan Fani K.S.
Beragam materi diberikan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan peserta dalam menjalankan tugas-tugas kepalangmerahan.
Materi tersebut meliputi prinsip-prinsip kepalangmerahan, manajemen relawan, komunikasi efektif, kerja sama tim, dasar kepemimpinan, layanan tanggap darurat, promosi kesehatan, hingga perawatan keluarga.
Peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai layanan Restoring Family Links (RFL), pengorganisasian pelatihan Palang Merah Remaja (PMR), dasar-dasar pertolongan pertama, Bantuan Hidup Dasar (BHD), Resusitasi Jantung Paru (RJP), penanganan perdarahan dan syok, biomekanika trauma, serta kedaruratan medis.
Selain itu, mereka dibekali keterampilan pengangkatan dan pemindahan korban, penyusunan program, penanganan korban dalam jumlah banyak, hingga evaluasi dan pelaporan program.
Untuk menambah wawasan keselamatan di jalan raya, peserta juga mendapatkan sosialisasi tertib berlalu lintas dari Polres Kebumen.
Tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, para peserta juga mengikuti kegiatan longmarch sebagai bagian dari pembentukan ketahanan fisik, kedisiplinan, dan kekompakan tim.
Kegiatan tersebut menempuh rute dari PMI Kebumen menuju Karangsari, Bendungan Kedung Samak, Jembatan Tembana, kemudian kembali ke markas PMI Kebumen.
Rangkaian Diklatsar ditutup dengan prosesi pengukuhan yang dipimpin oleh Pengurus PMI Kebumen, yakni Kepala Bidang Penanggulangan Bencana (PB) dan Relawan, Bambang Widadi.
Pengukuhan ditandai dengan pembacaan ikrar calon anggota KSR sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan tugas kemanusiaan dengan penuh tanggung jawab.
Salah satu peserta, Aat Rahmadhaniah, mengaku senang dan bersyukur dapat menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dasar tersebut.
Ia mengungkapkan, meskipun pada awalnya membayangkan kegiatan Diklatsar akan terasa berat, berbagai materi dan pengalaman yang diperoleh justru memberikan banyak manfaat sebagai bekal menjadi seorang relawan.
"Saya merasa senang dan bersyukur sekali karena bisa menyelesaikan pendidikan dasar ini. Awalnya saya mengira mengikuti kegiatan ini akan sangat berat. Namun, setelah dijalani, ternyata banyak sekali materi dan pembelajaran yang didapat. Semuanya sangat bermanfaat sebagai bekal untuk menolong sesama," ungkap Aat.
Dengan dikukuhkannya 41 anggota baru tersebut, PMI Kebumen diharapkan semakin memiliki sumber daya relawan yang terampil, tangguh, dan siap diterjunkan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, baik pelayanan masyarakat, penanganan bencana, maupun kondisi darurat lainnya.
Keberadaan relawan KSR ini sekaligus menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan kemanusiaan PMI di Kabupaten Kebumen.(*)






