![]() |
| Edi Purwanto Ketua MPC Pemuda Pancasila Kebumen saat melantik Ketua PAC Se Kabupaten Kebumen.(ft ist) |
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan anggota Pemuda Pancasila dari berbagai wilayah di Kabupaten Kebumen. Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur organisasi sekaligus mendorong seluruh jajaran agar semakin solid, kompak, dan aktif berkontribusi bagi masyarakat.
Pemilihan tanggal 28 Oktober bukan tanpa alasan. Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, momentum tersebut diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat persatuan, kebersamaan, dan pengabdian di kalangan anggota Pemuda Pancasila.
Ketua panitia pelantikan, Bung Mapan, mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan pada Hari Sumpah Pemuda memiliki makna tersendiri. Menurutnya, semangat yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928 harus terus dijaga dan diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pelantikan ini sengaja kami laksanakan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Kami ingin momentum bersejarah ini menjadi pengingat bagi seluruh anggota bahwa semangat persatuan, kebersamaan, dan perjuangan harus terus hidup dalam organisasi,” ujar Bung Mapan.
Ia menegaskan, pelantikan pengurus PAC bukan sekadar kegiatan seremonial atau pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, pelantikan harus menjadi awal untuk meningkatkan tanggung jawab, memperkuat koordinasi, serta menggerakkan seluruh anggota agar lebih aktif dalam berbagai kegiatan organisasi.
Menurutnya, keberadaan Pemuda Pancasila harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, setiap pengurus dan anggota diharapkan mampu menjaga nama baik organisasi melalui sikap, perilaku, serta kegiatan yang positif.
“Kami berharap seluruh anggota Pemuda Pancasila semakin kompak dan aktif dalam setiap kegiatan organisasi. Jangan sampai hanya mengaku sebagai anggota ketika sedang membutuhkan bantuan atau saat menghadapi persoalan. Ketika organisasi mengadakan kegiatan sosial, konsolidasi, maupun agenda lainnya, seluruh anggota juga harus hadir dan ikut berpartisipasi,” tegasnya.
Bung Mapan menambahkan, kekuatan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya anggota atau besarnya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi juga dari kesediaan setiap anggota untuk terlibat, saling membantu, dan menjalankan tanggung jawab bersama.
Ia berharap, melalui pelantikan serentak tersebut, seluruh PAC di Kabupaten Kebumen dapat membangun komunikasi yang lebih baik dengan MPC serta memperkuat kebersamaan hingga tingkat ranting.
“Organisasi akan semakin kuat apabila seluruh anggotanya memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab. Kami ingin Pemuda Pancasila hadir bukan hanya dalam kegiatan internal, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang membawa manfaat bagi warga,” imbuhnya.
Edi Purwanto: Pemuda Pancasila Bekerja untuk Pengabdian, Bukan Mencari Bayaran
Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Kebumen, Edi Purwanto, menyampaikan bahwa pelantikan 21 PAC secara serentak merupakan langkah penting untuk memperkuat konsolidasi dan memastikan roda organisasi berjalan di seluruh wilayah Kabupaten Kebumen.
Ia berharap para ketua PAC yang baru dilantik mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga kekompakan, serta menggerakkan anggota agar lebih aktif dalam setiap agenda organisasi.
Menurut Edi, Pemuda Pancasila merupakan organisasi yang mengedepankan semangat kebersamaan dan pengabdian. Karena itu, keterlibatan dalam organisasi hendaknya dilandasi niat untuk berbuat bagi masyarakat, bukan semata-mata untuk memperoleh keuntungan pribadi.
“Di Pemuda Pancasila ini kita bekerja secara sosial, bukan untuk mencari bayaran. Kita berhimpun dalam organisasi untuk membangun kebersamaan, memperkuat persaudaraan, dan melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Edi Purwanto.
Ia menegaskan, seluruh pengurus dan anggota harus memahami bahwa keanggotaan organisasi tidak hanya melekat pada identitas atau atribut yang dikenakan. Lebih dari itu, menjadi bagian dari Pemuda Pancasila berarti bersedia ikut menjaga nama baik organisasi dan berpartisipasi dalam kegiatan yang telah menjadi tanggung jawab bersama.
Edi berharap, setelah pelantikan tersebut, para ketua PAC dapat segera melakukan konsolidasi di wilayah masing-masing, memperkuat komunikasi dengan para anggota, serta menyusun kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Harapan kami, Pemuda Pancasila di Kabupaten Kebumen semakin solid, kompak, dan semakin berguna bagi masyarakat. Jangan hanya besar dalam jumlah, tetapi juga harus terlihat dalam tindakan nyata. Anggota harus saling mendukung dan hadir ketika organisasi membutuhkan,” katanya.
![]() |
| Ratusan Anggota Pemuda Pancasila MPC Kebumen saat mengikuti pelantikan Ketua PAC.(ft ist) |
Anggota Diminta Tidak Hanya Membawa Nama Organisasi Saat Menghadapi Masalah
Dalam kesempatan tersebut, Edi Purwanto juga menyoroti pentingnya tanggung jawab anggota dalam menjaga hubungan dengan organisasi. Ia mengaku mengetahui adanya anggota yang dinilai kurang aktif dalam kegiatan, tetapi membawa-bawa nama Pemuda Pancasila ketika memiliki kepentingan pribadi atau saat menghadapi persoalan.
Menurutnya, sikap seperti itu tidak sejalan dengan semangat kebersamaan dan pengabdian yang seharusnya menjadi dasar keanggotaan organisasi.
“Anggota yang aktif dan tidak aktif tentu kami mengetahui. Jangan sampai ketika ada kegiatan organisasi tidak pernah hadir, tetapi ketika sedang memiliki kepentingan atau tersandung masalah, baru membawa nama Pemuda Pancasila dan meminta bantuan,” tegasnya.
Edi menyatakan, dukungan organisasi harus dibangun di atas hubungan yang baik, tanggung jawab, serta partisipasi yang nyata. Ia pun menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan bantuan secara otomatis kepada anggota yang selama ini tidak pernah aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi baru mencari dukungan ketika menghadapi masalah.
“Kalau selama ini tidak pernah ikut kegiatan dan tidak pernah menunjukkan kepedulian terhadap organisasi, tentu kami akan mempertimbangkan keterlibatannya ketika yang bersangkutan meminta bantuan. Organisasi ini harus dijaga bersama. Jangan hanya datang ketika membutuhkan, tetapi menghilang ketika organisasi sedang menjalankan kegiatan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut, lanjutnya, menjadi pengingat bagi seluruh anggota agar tidak menjadikan nama organisasi sebagai alat untuk kepentingan pribadi. Setiap anggota diharapkan mampu menunjukkan loyalitas melalui partisipasi, kedisiplinan, serta perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
Ia juga berharap seluruh pengurus PAC dapat menjadi contoh bagi anggota di wilayah masing-masing, terutama dalam membangun budaya organisasi yang terbuka, bertanggung jawab, dan mengutamakan kepentingan bersama.(*)







