Yayasan Jaya Sekti Mandiri Sisir Wilayah Rawan Kekeringan


Yayasan Jaya Sekti Mandiri saat menyalurkan bantuan air bersih di kecamatan Padureso.(ft ist) 
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)- Yayasan Jaya Sekti Mandiri telah menyalurkan 20 ribu liter air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di Kebumen. Bantuan tersebut disalurkan sebagai wujud kepedulian yayasan terhadap warga yang merasakan kesulitan air bersih. 

Aksi sosial itu kini telah menyasar lima titik zona merah kekeringan. Yakni, di Desa Tirtomoyo, Desa Bojongsari, Desa Kalijering dan Desa Sidototo. Dalam distribusi bantuan tersebut pengurus yayasan memastikan air yang dikirim layak untuk konsumsi warga. 

Pengurus Yayasan Jaya Sekti Mandiri Panggih Prasetyo menyatakan, pengiriman bantuan air bersih dilakukan dengan melihat tingkat risiko dampak kekeringan. Seperti yang dilakukan di Desa Sidototo, Kecamatan Padureso. Bantuan dikirim karena kebutuhan mendesak setelah pompa penyedot air di desa mengalami kerusakan beberapa waktu lalu. Kondisi ini mengakibatkan pasokan air warga terdampak. 

"Ada laporan, mesin pompa air di Desa Sidototo terbakar. Ketersediaan air warga terganggu. Kami kemudian berupaya hadir," katanya saat meninjau pengiriman bantuan air bersih. 

Panggih menyatakan, penyaluran bantuan air bersih ini sekaligus sebagai tindaklanjut instruksi Badan Gizi Nasional (BGN). Di mana dapur pengelola Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama yayasan diminta turun langsung membantu persoalan yang dihadapi masyarakat. Salah satunya penanganan dampak kekeringan. 

Melalui aksi sosial tersebut, yayasan berupaya meringankan beban warga yang menghadapi keterbatasan akses air bersih. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sementara masyarakat sembari menunggu penanganan kerusakan pompa penyedot air desa.

Keterlibatan yayasan dan dapur MBG dalam kegiatan kemanusiaan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial di lingkungan sekitar, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi darurat yang menyangkut kebutuhan dasar.(*)