![]() |
| Sajian soto khas Tamanwinangun.(ft ist) |
Lebih dari sekadar sajian makanan, Soto Tamanwinangun menyimpan cerita panjang tentang perjuangan para pedagang lokal dalam merintis usaha kuliner. Hidangan ini pertama kali dikembangkan oleh lima pedagang yang dikenal dengan sebutan Pandawa Lima, yakni Mbah Munawar, Mbah Sojali, Mbah Sahudi, Mbah Madchusen, dan Mbah Jamil.
Keistimewaan Soto Tamanwinangun terletak pada cita rasanya yang gurih dengan tambahan tumbukan kacang tanah. Racikan khas tersebut menjadi pembeda sekaligus identitas kuliner yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang berbagi makanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperluas pengenalan Soto Tamanwinangun agar semakin dikenal di luar Kebumen.
Ketua Karang Taruna Tamanwinangun, Syaipul Anas, berharap kegiatan tersebut mampu menarik lebih banyak pengunjung sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pedagang soto setempat.
Menurutnya, pengenalan kuliner khas daerah melalui kegiatan festival dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga keberlangsungan usaha kuliner tradisional di tengah perkembangan zaman.
Peluang pengembangan Soto Tamanwinangun juga mendapat perhatian dari Anggota DPRD Jawa Tengah, Faiz Alauddien Reza Mardhika. Ia melihat potensi kuliner tersebut untuk diperkenalkan kepada pengunjung dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara.
Terlebih, Kebumen akan menjadi tuan rumah agenda konferensi ilmu bumi pada awal 2027. Momentum tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada tamu internasional yang datang ke daerah ini.
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani berharap keberadaan festival kuliner dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat, terutama para pelaku usaha kecil.
“Dari semangkuk soto, ada usaha warga yang bergerak, pedagang yang memperoleh penghasilan, dan ekonomi masyarakat yang tumbuh,” ujar Lilis.
Ia berharap kuliner tradisional seperti Soto Tamanwinangun tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga dikembangkan menjadi salah satu potensi ekonomi daerah yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain menyajikan kuliner khas Kebumen, Festival Soto Tamanwinangun juga dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian Jamjaneng. Acara tersebut turut menampilkan pentas dari siswa SLB Negeri Tamanwinangun dan SMPN 4 Kebumen.
Melalui festival ini, warisan kuliner Pandawa Lima diharapkan semakin dikenal luas, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Kebumen dan peluang usaha yang terus berkembang bagi generasi penerus.(*)



