![]() |
| Sisa kobaran api yg melanda kawasan perbukitan di Kebumen.(ft ist) |
Peristiwa mencekam pertama kali mengepung kawasan pegunungan Dukuh Brangkal, Desa Klopogodo, Kecamatan Gombong, pada Jumat siang sekitar pukul 12.26 WIB. Kobaran api yang berkobar di perbukitan—berbatasan langsung dengan Pegunungan Igir Gadung, Desa Kedungjati—sempat berhasil dijinakkan gabungan TNI, Polri, pemerintah desa, dan warga pada pukul 16.30 WIB. Namun, kebulan asap tak berhenti begitu saja. Sekitar pukul 17.50 WIB, tiga titik api susulan mendadak muncul kembali dan memaksa tim gabungan berjibaku mengendalikan situasi.
Dugaan sementara, kebakaran di Gombong dipicu oleh perambatan sisa api dari kawasan Pegunungan Igir Pandan, Desa Kedungjati, Kecamatan Sempor, yang dipenuhi tumpukan dedaunan kering.
Belum usai ketegangan di Gombong, malapetaka kembali melanda warga Dukuh Sumelang, Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen pada malam harinya. Sekitar pukul 18.30 WIB, Ketua RT setempat, Mistam (45), dikagetkan dengan kepulan asap tebal yang membumbung tinggi dari area perbukitan. Bersama warga lainnya, Afid (35), mereka langsung mengecek lokasi dan mendapati api sudah menjalar cepat.
Laporan cepat berantai dari warga ke BPBD dan Polsek Kebumen segera menggerakkan personel gabungan ke lokasi. Namun, medan perbukitan yang terjal membuat mobil pemadam kebakaran tidak dapat menembus lokasi. Tak ada pilihan lain, petugas gabungan bersama warga terpaksa memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya di tengah kegelapan malam.
"Sekitar pukul 21.30 WIB, api akhirnya berhasil dipadamkan total. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun diperkirakan luas lahan warga yang terbakar mencapai tiga hektare," ungkap Kapolres Kebumen AKBP Rachmad C. Yusuf, Sabtu (17/10/2026).
AKBP Rachmad menegaskan bahwa mayoritas lahan yang terbakar berisi tumpukan daun kering dan pohon keras, yang sangat rentan menjadi 'bahan bakar' cepat pemicu kebakaran hebat di musim kering.
Pihak kepolisian pun mengimbau keras masyarakat agar ekstra waspada dan tidak membuang puntung rokok sembarangan atau meninggalkan sumber api saat membersihkan lahan.
"Peran aktif dan kepedulian warga dalam melaporkan titik api sejak dini sangat penting, terutama untuk kawasan perbukitan yang sulit dijangkau armada pemadam," tutup Kapolres. (*)



