Kemiskinan di Kebumen Turun 25.410 Jiwa, Pemkab Raih Mandaya Awards 2026


Acara Mandaya Awards 2026 kategori Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Tingkat Kemiskinan.(ft ist) 
JAKARTA, (seputarkebumen.com) – Angka kemiskinan di Kabupaten Kebumen menunjukkan penurunan sepanjang 2024–2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 25.410 warga Kebumen tercatat keluar dari kategori penduduk miskin dalam kurun waktu satu tahun.

Jumlah penduduk miskin di Kebumen turun dari 187.950 jiwa pada 2024 menjadi 162.540 jiwa pada 2025. Sejalan dengan itu, persentase kemiskinan juga mengalami penurunan dari 15,71 persen menjadi 13,58 persen, atau berkurang 2,13 poin persentase.

Capaian tersebut mengantarkan Pemerintah Kabupaten Kebumen meraih Mandaya Awards 2026 kategori Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Tingkat Kemiskinan. Penghargaan diberikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dalam acara yang berlangsung di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak dalam upaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi hasil kerja bersama sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memperluas kesempatan kerja, memperkuat pemberdayaan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Bupati Lilis.

Menurutnya, capaian tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat program penanggulangan kemiskinan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

Penghargaan Mandaya Awards 2026 bukan kali pertama diraih Kabupaten Kebumen. Pada 2025, Kebumen juga memperoleh penghargaan dalam ajang yang sama dengan menempati peringkat ketiga kategori Kabupaten.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani pada 16 Oktober 2025. Capaian pada 2026 menjadi catatan lanjutan bagi Pemkab Kebumen dalam upaya menurunkan tingkat kemiskinan di daerah.

Selama ini, Pemkab Kebumen menjalankan berbagai program penanggulangan kemiskinan melalui perlindungan sosial, perluasan kesempatan kerja, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Program-program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus membuka peluang agar warga memiliki penghasilan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Upaya pemberdayaan ekonomi juga menjadi bagian penting agar masyarakat tidak hanya memperoleh bantuan untuk memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga memiliki kesempatan meningkatkan taraf hidup secara mandiri.

Meski mencatat penurunan, pekerjaan rumah penanggulangan kemiskinan di Kebumen masih cukup besar. Data BPS menunjukkan, pada 2025 masih terdapat 162.540 penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan.

Karena itu, keberhasilan menurunkan angka kemiskinan perlu diikuti dengan langkah berkelanjutan, terutama melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, penguatan usaha produktif, serta penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran.

Penurunan angka kemiskinan tidak hanya menjadi indikator keberhasilan program pemerintah, tetapi juga perlu tercermin dalam meningkatnya kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup dan memperoleh akses terhadap peluang ekonomi.

Dengan capaian tersebut, Pemkab Kebumen dihadapkan pada tantangan untuk menjaga tren penurunan kemiskinan sekaligus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat di berbagai wilayah.(*)