![]() |
| Upacara peringatan Hari Santri Nasional di halaman Pendopo Kabumian.(ft ist) |
Bantuan tersebut disalurkan dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di halaman Pendopo Kabumian, Kamis (22/10/2026). Program ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memberikan perhatian kepada para guru ngaji yang berperan dalam pendidikan keagamaan.
Masing-masing pelaku UMKM menerima bantuan modal sebesar Rp2,5 juta untuk mendukung pengembangan usaha. Sementara itu, bantuan rehabilitasi rumah guru ngaji diberikan dengan nilai maksimal Rp15 juta untuk setiap rumah.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari program zakat produktif dengan nilai yang dilaporkan mencapai Rp957,5 juta, di luar total keseluruhan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kabupaten Kebumen.
Melalui bantuan modal usaha, para penerima diharapkan dapat memperkuat kegiatan ekonomi yang telah dijalankan. Adapun bantuan rehabilitasi rumah menjadi bentuk dukungan terhadap kesejahteraan guru ngaji yang selama ini turut berkontribusi dalam membangun pendidikan karakter dan keagamaan masyarakat.
Santri Dibekali Keterampilan Usaha
Pemberdayaan ekonomi dalam rangkaian Hari Santri tahun ini juga menyasar kalangan pesantren. Sebanyak lima pondok pesantren di Kebumen mengikuti pelatihan usaha laundry yang berlangsung pada 15–17 Oktober 2026.
Setiap pondok pesantren mengirimkan dua santri untuk mengikuti pelatihan. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai keterampilan laundry sekaligus pengetahuan dasar pengelolaan usaha.
Tidak berhenti pada pelatihan, masing-masing pesantren juga memperoleh dukungan berupa mesin cuci dan perlengkapan usaha. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi pesantren untuk merintis layanan laundry secara mandiri.
Program ini membuka peluang bagi pesantren untuk mengembangkan kegiatan usaha produktif. Selain menambah keterampilan santri, usaha tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan yang mendukung kemandirian pesantren.
Bupati Bacakan Amanat Menteri Agama
Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pendopo Kabumian diawali dengan upacara yang dipimpin Bupati Kebumen, Lilis Nuryani. Dalam kesempatan tersebut, Bupati membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.
Dalam amanatnya, Menteri Agama menekankan bahwa santri memiliki peran strategis, bukan hanya dalam menjaga nilai-nilai agama, tetapi juga dalam berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.
“Santri tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai agama, tetapi juga bagian penting dari perjalanan bangsa. Hari ini, santri harus menguatkan negeri melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan akhlak mulia,” demikian petikan amanat Menteri Agama.
Pesan tersebut menegaskan bahwa santri dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan dan akhlak mulia. Penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan berinovasi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan santri menghadapi tantangan masa depan.
Apresiasi untuk Santri Berprestasi
Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Kementerian Agama Kabupaten Kebumen juga menyerahkan izin operasional baru dan perpanjangan izin bagi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ). Langkah ini menjadi bagian dari dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Apresiasi juga diberikan kepada dua santri asal Kebumen yang menorehkan prestasi dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII tingkat Jawa Tengah.
Rasyid Akbar Diandra Putra berhasil meraih juara pertama pada cabang pidato Bahasa Arab putra. Sementara itu, Fahri Ardiansyah meraih juara pertama pada cabang Murottal wal-Imla.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa santri tidak hanya berperan dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga mampu menunjukkan kemampuan dan daya saing melalui berbagai bidang pendidikan dan seni Islami.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, berbagai kegiatan di Kebumen tersebut memperlihatkan bahwa penguatan kehidupan pesantren dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi, peningkatan keterampilan, pengembangan pendidikan Al-Qur’an, dan apresiasi terhadap prestasi santri.(*)






