![]() |
| Relawan PMI saat mengikuti sertifikasi kompetensi sebagai Pelaksana Utama Pertolongan Pertama yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).(ft ist) |
Kegiatan sertifikasi berlangsung di Tempat Uji Kompetensi (TUK) PMI Kabupaten Kebumen dan dibuka langsung oleh Pengurus Bidang Relawan PMI Kebumen, M. Muslim Mustofa.
Sertifikasi ini menjadi salah satu upaya PMI Kebumen untuk memastikan relawan dan staf memiliki kompetensi yang terukur, profesional, serta sesuai dengan standar yang dibutuhkan dalam memberikan pelayanan pertolongan pertama kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, M. Muslim Mustofa menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia PMI agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan memenuhi standar pelatihan yang berlaku.
“Teman-teman relawan kali ini akan mengikuti sertifikasi. Saya yakin kalian semua mampu melewatinya karena memiliki bekal keilmuan yang mumpuni. Sertifikasi ini penting karena PMI Kebumen diharapkan dapat menciptakan relawan dan karyawan yang berkualitas, kompeten, profesional, mengikuti perkembangan zaman, serta sesuai dengan standardisasi pelatihan,” ujar Muslim Mustofa.
Menurutnya, peningkatan kompetensi melalui sertifikasi diharapkan tidak hanya memberikan pengakuan atas kemampuan peserta, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka dalam menjalankan tugas kemanusiaan, khususnya ketika menghadapi masyarakat yang membutuhkan pertolongan pertama.
Peserta Dibekali Pelatihan Penyegaran
Sebelum mengikuti uji kompetensi, para peserta terlebih dahulu menjalani pelatihan penyegaran pertolongan pertama pada 21–24 Oktober 2026.
Pelatihan tersebut bertujuan mematangkan pengetahuan dan keterampilan peserta sebelum menjalani proses asesmen. Dengan pembekalan tersebut, peserta diharapkan semakin siap menunjukkan kemampuan sesuai standar kompetensi yang dipersyaratkan.
Dalam pelaksanaan sertifikasi, PMI Kebumen menghadirkan dua asesor, yakni Miftakhul Huda dan Wuri Widiyanti, yang bertugas melakukan penilaian terhadap kompetensi para peserta.
Melalui proses sertifikasi ini, kemampuan peserta diuji untuk memastikan kesesuaian antara pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dengan standar kompetensi pelaksana pertolongan pertama.
Peserta Berharap Kompetensi Bermanfaat bagi Masyarakat
Salah satu peserta sertifikasi, Maulana Megantara, mengaku bersyukur mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap dapat menyelesaikan seluruh tahapan sertifikasi dengan baik sehingga kompetensinya semakin diakui.
“Saya merasa sangat senang dan bersyukur bisa mengikuti sertifikasi kali ini. Saya berharap bisa lolos dan memperoleh pengakuan kompetensi, khususnya sebagai pelaksana pertolongan pertama. Semoga ilmu dan keterampilan yang saya miliki juga bisa membawa manfaat untuk meningkatkan pelayanan serta membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Maulana.
Ia menilai kesempatan mengikuti sertifikasi menjadi pengalaman penting untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperkuat kesiapan dalam menjalankan tugas sebagai relawan kemanusiaan.
Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung PMI Kebumen dalam memberikan pelayanan pertolongan pertama secara lebih terampil, terarah, dan profesional.
Melalui sertifikasi kompetensi ini, PMI Kabupaten Kebumen terus mendorong pengembangan kapasitas relawan dan staf agar mampu memberikan pelayanan kemanusiaan yang semakin berkualitas serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(*)






