Atasi Kekeringan, Pemkab Kebumen Salurkan 337 Tangki Air Bersih Gratis ke 46 Desa


Warga antri air bersih yang disalurkan Pemkab Kebumen.(ft ist) 
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)-Sebanyak 46 desa yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen bergerak cepat dengan menyalurkan 337 tangki air bersih secara gratis kepada warga terdampak.

Penyaluran bantuan air bersih ini dikoordinasikan langsung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen dan telah berjalan sejak awal Agustus 2026.

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, mengungkapkan bahwa distribusi air bersih dilakukan secara berkala sebanyak empat kali dalam sebulan. Langkah ini diambil untuk mencukupi kebutuhan pokok warga sehari-hari, khususnya untuk keperluan minum dan memasak.

"Air bersih disalurkan empat kali dalam sebulan untuk memenuhi kebutuhan pokok warga, seperti minum dan memasak. Penyaluran air telah dilakukan sejak awal Agustus dan gratis, tidak dipungut biaya," ujar Bupati Lilis saat memantau langsung distribusi air bersih di Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam, Jumat (18/9/2026).

Desa Clapar menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan prioritas distribusi karena sumur dan sumber air warga mulai mengalami krisis seiring berkurangnya ketersediaan air selama musim kemarau.

Hingga September 2026, BPBD Kabupaten Kebumen terus mengintensifkan penyaluran air bersih ke berbagai wilayah yang mengalami kekeringan.

Menghadapi potensi perluasan wilayah terdampak, Bupati Lilis mengimbau kepada masyarakat maupun pemerintah desa agar proaktif melapor jika wilayahnya mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

"Laporan dapat disampaikan melalui pemerintah desa atau kecamatan untuk diteruskan kepada BPBD dan ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan," pungkasnya.(*)