![]() |
| Kawasan lalu lintas di Bundaran Tugu Muda, Kota Semarang.(ft ist) |
Karo Ops Polda Jateng, Kombes Pol Basya Radyananda, menegaskan bahwa kepolisian tidak menempatkan diri sebagai pihak yang berseberangan dengan mahasiswa. Polri justru memosisikan diri sebagai bagian dari proses demokrasi yang bertugas melayani masyarakat.
"Polisi itu bukan lawan, kita berkawan. Dalam demokrasi, Polri adalah kawan bagi teman-teman mahasiswa," ujar Basya usai pengawalan aksi.
Ia menambahkan, kesepakatan menjaga ketertiban tercapai berkat komunikasi intensif antara petugas dan koordinator lapangan (korlap) aksi. Selama unjuk rasa berlangsung, kepolisian juga menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem kanalisasi. Langkah ini diambil agar ruang untuk menyampaikan aspirasi tetap terbuka tanpa mengganggu mobilitas pengguna jalan lain.
"Demokrasi menjamin hak mereka yang bersuara, sekaligus melindungi hak masyarakat yang beraktivitas. Ke depan, kami akan terus menjadi kawan demokrasi dalam setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum," jelasnya.
Aksi di Bundaran Tugu Muda tersebut resmi berakhir pukul 18.00 WIB. Setelah membacakan orasi dan pernyataan sikap, massa mahasiswa membubarkan diri menuju Jalan Pemuda dengan pengawalan petugas.
Apresiasi senada disampaikan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Yuliyanto. Ia mengedepankan ucapan terima kasih kepada para mahasiswa dan masyarakat yang saling menghormati selama aksi berlangsung.
"Kami sangat mengapresiasi adik-adik mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dengan baik lalu membubarkan diri secara tertib. Situasi Kota Semarang aman dan kondusif," ungkap Yuliyanto.
Ia menekankan bahwa suksesnya aksi ini membuktikan ruang demokrasi dan ketertiban umum dapat berjalan beriringan. Usai massa membubarkan diri, arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat di kawasan Tugu Muda kembali normal.(*)











