![]() |
| Anggota Polwan Polres Kebumen saat Goes to School di Sekolah Rakyat Terintegrasi 44 Kebumen.(ft ist) |
Sebanyak 100 siswa—terdiri dari 50 murid SD dan 50 pelajar SMP—tampak antusias mengikuti ruang edukasi interaktif ini sejak pukul 07.00 WIB. Bukan sekadar sosialisasi biasa, para srikandi bhayangkara ini hadir membekali anak-anak fondasi perlindungan diri serta pemahaman untuk mencegah kejahatan dan pelecehan seksual.
Perwakilan Polwan Polres Kebumen, AKP Sri Eningsih, menjelaskan bahwa materi yang dibawakan disesuaikan dengan tingkat usia peserta. Salah satu pesan utama yang ditanamkan adalah prinsip "Tubuhku Itu Milikku, Aku Berani Menjaganya."
"Anak-anak harus paham sejak dini bahwa tubuh mereka adalah ranah pribadi yang wajib dijaga. Mereka perlu mengerti batas-batas aman saat berinteraksi dengan orang lain dan berani menolak jika ada tindakan yang mencurigakan," tegas AKP Sri Eningsih.
Tak hanya fokus pada batas tubuh, para siswa tingkat SMP juga dibekali edukasi bertajuk "Menjadi Remaja yang Aman, Sehat, dan Bertanggung Jawab." Langkah preventif ini dinilai sangat krusial agar remaja tak hanya mahir mengenali potensi bahaya di sekitarnya, tetapi juga berani bersuara.
Melalui pendekatan yang ramah dan hangat, Polwan Polres Kebumen berupaya meruntuhkan tembok rasa takut anak-anak dalam melapor. AKP Sri menekankan, pencegahan kejahatan terhadap anak tidak boleh menunggu sampai musibah terjadi.
"Harapan kami, anak-anak tidak ragu atau takut lagi meminta bantuan. Ketika mereka merasa ada sesuatu yang mengancam atau membuat tidak aman, mereka tahu persis harus bercerita kepada siapa," pungkasnya.
Lewat aksi nyata ini, Polwan Polres Kebumen membuktikan komitmennya untuk tidak hanya menjadi pengayom masyarakat, tetapi juga benteng pertama dalam mencetak generasi muda yang berani, sehat, dan berkarakter.(*)














