![]() |
| Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-42 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Tengah di Hotel Whiz Semarang.(ft ist) |
Ketiga jurnalis Kebumen tersebut berhasil menuntaskan tantangan pengujian pada jenjang masing-masing. Supriyanto dari Suara Merdeka sukses melesat dari jenjang Madya ke Utama. Sementara itu, M. Tohri (Kebumen24.com) berhasil naik tingkat dari Muda ke Madya, dan Sudarno (Pikiran Rakyat Jateng) resmi mengantongi predikat Kompeten untuk jenjang Muda.
Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen para wartawan di daerah untuk terus meningkatkan mutu, etika, dan profesionalisme jurnalistik di tengah pesatnya arus informasi.
Secara keseluruhan, ajang UKW Angkatan ke-42 ini diikuti oleh 18 peserta dari pelbagai daerah di Jawa Tengah. Dari total peserta, sebanyak 17 wartawan dinyatakan lulus dan berhak menyandang predikat kompeten setelah menempuh pengujian intensif selama dua hari.
Gelaran UKW ini terselenggara berkat kolaborasi PWI Jawa Tengah dengan PT Semen Gresik sebagai wujud kepedulian terhadap pengembangan SDM di bidang pers, khususnya dalam menghadapi era digital dan disrupsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Senin (20/7/2026) melalui sesi Pra-UKW di Gedung Pers PWI Jateng. Dalam pembekalan tersebut, peserta mendapat penggemblengan langsung dari para senior pers, di antaranya Anggota DK PWI Jateng Sri Mulyadi, Ketua BK UKW Widiyartono, Wakil Ketua Bidang Organisasi Sunarto, serta Sekretaris PWI Jateng Achmad Ris Ediyanto.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dewan Penasihat PWI Pusat, Sasongko Tedjo. Turut hadir Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana, Ketua DK PWI Jateng Amir Machmud NS, Senior Manager Communication & CSR PT Semen Gresik Taufik Susanto, hingga Kepala Dinas Komunikasi dan Digital Provinsi Jateng Drs. Lilik Herry Ristanto.
Selama uji kompetensi, para peserta diuji melalui simulasi kerja riil di ruang redaksi modern. Materi meliputi pemahaman Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Hukum Pers, perancangan liputan, teknik wawancara, penulisan berita & feature, penyuntingan naskah, hingga dinamika rapat redaksi.
Ketua PWI Jateng, Setiawan Hendra Kelana, menegaskan bahwa UKW bukan sekadar formalitas mengejar lembar sertifikat, melainkan benteng keahlian yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
"Di era AI seperti sekarang, wartawan jangan sampai dikendalikan oleh teknologi. Justru kitalah yang harus mengendalikan dan memanfaatkan AI secara bijak untuk memperkuat kualitas karya jurnalistik," tegas Setiawan.
Ia menambahkan, standar uji tahun ini sengaja menitikberatkan pada penguasaan media siber sebagai langkah adaptasi pers terhadap transformasi digital. Hingga saat ini, PWI telah menggelar 924 angkatan UKW secara nasional (42 di antaranya di Jateng) dan mencetak lebih dari 20.800 wartawan kompeten.
Dukungan senada disampaikan Senior Manager Communication & CSR PT Semen Gresik, Taufik Susanto. Menurutnya, pers adalah mitra strategis perusahaan dalam menyebarkan informasi yang jernih, akurat, dan berimbang bagi masyarakat.
"Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut demi mencetak wartawan Indonesia yang makin profesional dan tepercaya," pungkas Taufik.(*)








