Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus wujud penghormatan Polri kepada para tokoh bangsa yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan dan pembangunan Indonesia.
Dalam kegiatan itu, Kapolri didampingi sejumlah pejabat utama Polri, di antaranya Kabaintelkam Polri Komjen Pol. Yuda Gustawan, Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat, Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol. Eko Rudi Sudarto, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo.
Rombongan Kapolri disambut Wakil Bupati Karanganyar Ade Eliana, Dandim 0727/Karanganyar Letkol Kav Dhanang Prasetyo, Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti, jajaran Forkopimcam Matesih, serta pengelola Astana Giribangun.
Prosesi ziarah berlangsung khidmat. Kapolri bersama rombongan memanjatkan doa di Cungkup Argo Sari sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum H.M. Soeharto dan almarhumah Ibu Tien Soeharto, sekaligus mendoakan bangsa Indonesia agar senantiasa diberi persatuan, kedamaian, dan kemajuan.
Setelah doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan tabur bunga di pusara kedua tokoh bangsa tersebut sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian mereka kepada negara.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto mengatakan, ziarah tersebut menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk meneladani nilai-nilai kepemimpinan, disiplin, loyalitas, dan pengabdian kepada bangsa.
"Melalui kegiatan ini, anggota Polri diajak meneladani semangat para pemimpin bangsa dalam mengabdi kepada negara dan masyarakat. Nilai-nilai itu menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat," ujarnya.
Menurut Artanto, Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi peringatan perjalanan panjang Polri, tetapi juga momentum memperkuat komitmen untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, modern, humanis, dan semakin dipercaya masyarakat.(*)