![]() |
| Marsito (60), warga Bojong RT 03 RW 02, Desa Sumberadi, Kabupaten Kebumen, menjalani operasi batu empedu tanpa terbebani biaya pengobatan berkat JKN.(ft ist) |
Pensiunan itu mengaku telah lama menjadi peserta JKN dan rutin memanfaatkan layanan kesehatan untuk berobat jalan. Namun, pada suatu malam sekitar pukul 01.00 WIB, ia mendadak merasakan nyeri hebat di bagian perut hingga memutuskan mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Rasa sakitnya sangat hebat, jadi saya langsung ke IGD. Setelah diperiksa dokter, saya dinyatakan mengalami batu empedu dan harus menjalani operasi," tutur Marsito.
Setelah melalui serangkaian pemeriksaan medis, Marsito menjalani operasi laparoskopi di RSUD Dr. Soedirman Kebumen. Proses operasi berlangsung lancar dan ia menjalani perawatan inap selama beberapa hari sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.
Selama menjalani perawatan, Marsito mengaku mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Menurutnya, dokter, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya memberikan pelayanan yang cepat, ramah, dan profesional.
"Dokter dan perawat sangat baik. Mereka memberikan penjelasan yang mudah dipahami sehingga saya merasa tenang selama menjalani pengobatan. Pelayanan kesehatan sekarang menurut saya jauh lebih baik," ungkapnya.
Usai menjalani operasi, Marsito rutin menjalani kontrol ke dokter spesialis bedah untuk memantau proses pemulihannya. Hingga kini, ia telah menjalani dua kali kontrol dan kondisi kesehatannya terus membaik.
"Alhamdulillah sekarang kondisi saya sudah sehat dan jauh lebih baik. Semua proses pengobatan ini bisa saya jalani berkat Program JKN," katanya.
Marsito juga mengapresiasi kemudahan pelayanan yang diberikan kepada peserta JKN. Selama menjalani perawatan sesuai hak kelas rawatnya, ia tidak dikenakan biaya tambahan. Seluruh tindakan medis maupun obat-obatan yang dibutuhkan juga ditanggung sesuai indikasi medis.
Tak hanya itu, Marsito turut merasakan manfaat layanan digital melalui aplikasi Mobile JKN. Dengan bantuan anaknya, ia memanfaatkan fitur antrean online setiap kali akan melakukan kontrol ke rumah sakit sehingga proses pendaftaran menjadi lebih praktis dan waktu tunggu jauh lebih singkat.
"Biasanya anak saya mengambil antrean online lewat Mobile JKN sebelum saya kontrol. Saat datang ke rumah sakit, prosesnya jadi lebih mudah dan tidak perlu antre lama," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, mengatakan BPJS Kesehatan terus melakukan transformasi layanan untuk memberikan kemudahan akses bagi seluruh peserta JKN, salah satunya melalui pemanfaatan layanan digital.
"BPJS Kesehatan terus menghadirkan layanan yang mudah, cepat, dan setara. Fitur antrean online pada aplikasi Mobile JKN menjadi salah satu inovasi yang membantu peserta memperoleh kepastian waktu pelayanan sekaligus mengurangi waktu tunggu di fasilitas kesehatan," jelas Dina.
Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif sehingga dapat memperoleh perlindungan kesehatan kapan pun dibutuhkan.
"Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan Program JKN secara optimal dengan memastikan kepesertaannya selalu aktif. Dengan begitu, saat membutuhkan pelayanan kesehatan, peserta dapat memperoleh layanan yang mudah, cepat, dan setara sesuai ketentuan yang berlaku," pungkasnya.(*)








