![]() |
| Sebanyak 36 mahasiswa asing dari 15 negara saat berkunjung di Kebumen.(ft ist) |
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)- Geopark Kebumen sukses membuktikan diri sebagai destinasi inklusif berkelas dunia. Melalui momentum Karangbolong Culture Festival yang berlangsung pada 27–28 Juni 2026, kabupaten ini berhasil memikat puluhan mahasiswa internasional untuk menyelami kekayaan geologi dan warisan budaya lokal.
Sebanyak 36 mahasiswa asing dari 15 negara—termasuk Malaysia, Yaman, Kenya, Rwanda, hingga Zimbabwe—terlibat aktif dalam festival tahunan ini. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa pesona Kebumen memiliki daya tarik kuat di mata global.
Selama dua hari, para delegasi internasional ini disuguhi itinerary yang komplet:
Edukasi Ilmiah: Mengunjungi Galeri Geopark untuk memahami nilai historis kawasan.
Estetika Alam: Mengeksplorasi lanskap menakjubkan di geosite Pantai Karangbolong - Sagara View.
Konservasi Lingkungan: Mengunjungi biosite Konservasi Penyu Jogosimo.
Kolaborasi global juga tercipta lewat sesi welcoming dinner, di mana para mahasiswa asing bertukar gagasan dengan generasi muda lokal yang tergabung dalam Youth Forum Geopark Kebumen. Momen ini menjadi jembatan diplomasi budaya yang hangat dan produktif.
Kemeriahan mencapai puncaknya saat para peserta menyaksikan mahakarya Sendratari "The Tales of Karangbolong" serta berpartisipasi dalam event olahraga internasional, Kebumen Geopark Trail Run Ultra 2026.
Melalui pengalaman langsung (live-in experience) ini, para mahasiswa internasional diharapkan dapat bertindak sebagai duta budaya yang akan menyebarkan narasi positif tentang keindahan, keramahan, dan potensi Geopark Kebumen sekembalinya mereka ke negara asal. Festival ini menegaskan bahwa Kebumen siap bersaing di panggung pariwisata global berbasis budaya dan berkelanjutan.(*)








