Kebumen Go Global! Menghapus Stigma, Mencetak Pekerja Migran Kelas Dunia lewat Global Talent Day 2026


Acara pembukaan Global Talent Day, Kebumen Job Fair, dan PMI Expo 2026 di Pendopo Kabumian.(ft ist)
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)- Jalan bagi generasi muda Kebumen untuk berkarier di kancah internasional kini terbuka lebar dan semakin aman. Pemerintah Kabupaten Kebumen, berkolaborasi dengan Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, resmi membuka gelaran Global Talent Day, Kebumen Job Fair, dan PMI Expo 2026 di Pendopo Kabumian, Rabu (24/6/2026).

​Mengusung visi besar "Menyiapkan Talenta Indonesia Terbaik untuk Menembus Pasar Kerja Global", acara ini dirancang khusus untuk membantu anak muda daerah berburu peluang kerja internasional secara legal, aman, dan tanpa tipu-tipu.

​Dibuka langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, acara ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta 250 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), hingga perwakilan desa yang siap mengikuti workshop kesiapan kerja. Gelaran ini menjadi gong pembuka dari rangkaian Kebumen Job Fair dan PMI Expo yang akan berlangsung pada 25-26 Juni 2026 di Gedung Pertemuan Setda.

Bukan Lagi Dominasi Wilayah Pesisir

​Dalam sambutannya, Bupati Lilis membeberkan data menarik. Saat ini, Kebumen bertengger di peringkat ke-8 di Jawa Tengah dan peringkat ke-30 nasional sebagai daerah pengirim pekerja migran terbanyak.

​Menariknya, peta persebaran PMI kini berubah. Jika dulu didominasi wilayah pesisir seperti Ayah, Puring, Petanahan, dan Klirong, kini berkat derasnya arus informasi, para pejuang devisa asal Kebumen sudah tersebar merata di hampir seluruh kecamatan.

Benteng Perlindungan: Belajar dari Masa Lalu

​Tingginya angka tersebut membuat Pemkab Kebumen menempatkan faktor keselamatan di atas segalanya. Belajar dari tragedi meninggalnya seorang PMI asal Kebumen di Jepang beberapa waktu lalu, Pemkab langsung tancap gas memperkuat sistem perlindungan.

​Kebumen kini mengandalkan SI PEMIKAT (Sinergi Pelindungan Pekerja Migran, Keluarga, dan Masyarakat)—sebuah inovasi yang sukses menyabet penghargaan nasional Hassan Wirajuda Award dari Kementerian Luar Negeri pada tahun 2024.

​"Saat ini kita sudah punya modal hukum kuat di tingkat bawah melalui 305 Peraturan Desa (Perdes) yang khusus melindungi pekerja migran. Di tingkat kabupaten, DPRD dan pemerintah daerah di tahun 2026 ini juga sedang menggodok Peraturan Daerah (Perda) baru. Kita ingin payung hukumnya semakin jelas dan menyeluruh untuk melindungi warga kita di luar negeri," tegas Bupati Lilis.

Sikat Habis Jalur Ilegal dan TPPO

​Langkah cepat Kebumen ini mendapat acungan jempol dari Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PM, Alva Edison. Menurutnya, menghadirkan job fair resmi minimal setahun sekali adalah cara paling ampuh memutus mata rantai informasi palsu yang kerap menjebak masyarakat ke dalam jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

​Program ini juga menjadi bagian dari misi besar Presiden RI untuk menempatkan 500.000 tenaga kerja profesional Indonesia lewat sinergi bersama SMK dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Di bursa kerja ini, para pencari kerja bisa langsung berkonsultasi mengenai syarat kerja, pelatihan vokasi, hingga akses pembiayaan resmi dari perbankan daerah.

​Mumpung bursa kerja ini berlangsung selama tiga hari ke depan, masyarakat dan para pelajar diimbau untuk memanfaatkan momentum emas ini. Yuk, tingkatkan kemampuan bahasa asing, perluas jaringan, dan pastikan pilih jalur yang legal demi masa depan yang cerah dan aman. (*) 

Flyer Informasi