![]() |
| BPJS Kesehatan Cabang Kebumen saat mengadakan "BPJS Goes to Campus", di STIE Tamansiswa Banjarnegara.(ft ist) |
Acara yang digelar pada Senin (22/06) ini berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Kampus diharapkan menjadi motor penggerak literasi kesehatan bagi generasi muda.
JKN yang Lebih Mudah, Cepat, dan Setara
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, menegaskan bahwa mahasiswa wajib memahami hak dan kewajibannya sebagai peserta JKN sejak dini. Menurutnya, pemahaman yang utuh akan mencetak generasi yang bijak dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan formal.
“Transformasi mutu layanan dalam Program JKN yaitu mudah, cepat, dan setara menjadi wujud hadirnya negara. Program JKN mengusung konsep gotong royong yang melindungi ratusan juta peserta dari risiko kebangkrutan finansial akibat biaya kesehatan yang tak terduga,” ungkap Dina.
Dina juga membeberkan bahwa BPJS Kesehatan kini makin adaptif lewat inovasi digital. Peserta tidak perlu lagi mengantre lama di kantor cabang, berkat kehadiran berbagai kanal layanan non-tatap muka.
Layanan Tatap Muka: Kantor BPJS Kesehatan, BPJS Keliling, dan Mal Pelayanan Publik (MPP).
Layanan Digital (Non-Tatap Muka): Aplikasi Mobile JKN, PANDAWA, Care Center 165, hingga VOILA (Virtual Office Layanan Desa).
Di akhir pemaparannya, Dina memberikan pesan menohok yang mengingatkan mahasiswa untuk menjaga status kepesertaan mereka tetap aktif.
“Daftar atau aktifkan segera kepesertaan JKN, karena sakit itu tidak ada hari liburnya di kalender dan kita tidak pernah tahu berapa biayanya,” kelakarnya disambut senyum para mahasiswa.
Apresiasi Kampus: Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan
Langkah edukatif ini disambut hangat oleh Ketua STIE Tamansiswa Banjarnegara, Lustono. Ia menilai sosialisasi ini menjadi amunisi penting bagi mahasiswa agar tidak hanya menjadi konsumen layanan, tetapi juga mampu menjadi penyambung lidah informasi (agen perubahan) di tengah masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi sinergi ini. Terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah memberikan literasi berharga. Manfaat JKN ini luar biasa, baru benar-benar terasa ketika kita atau keluarga kita jatuh sakit,” ujar Lustono.
Diskusi Hangat dan Antusiasme Tinggi
Suasana ruangan makin hidup saat memasuki sesi diskusi dan kuis interaktif. Para mahasiswa tampak berebut mengajukan pertanyaan kritis seputar mekanisme JKN.
Nandana Maqbul Najat, salah satu mahasiswa aktif sekaligus peserta JKN segmen PBPU/BP Mandiri, mengaku sangat terbantu dengan acara ini.
"Kegiatan ini membuka mata kami sebagai mahasiswa. Harapannya, layanan kesehatan di Indonesia ke depan bisa terus bertransformasi menjadi makin mudah diakses dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat," tutup Nandana penuh harap.(*)






