Buka Masa Depan Anak Prasejahtera, Sekolah Rakyat Kebumen Jaring 60 Siswa Baru Lewat DTSEN


KEBUMEN, (seputarkebumen.com)– Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT 44) Kebumen resmi menggelar agenda Open House bagi orang tua dan calon murid di lingkungan sekolah setempat, Sabtu (20/6/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengenalkan ekosistem pembelajaran modern, fasilitas asrama, hingga komitmen pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

​Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani. Turut hadir jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimcam Pejagoan, Kepala Puskesmas Pejagoan, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

​Kepala SRT 44 Kebumen, Tri Puji Astuti, menegaskan bahwa sekolah rintisan di bawah naungan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) ini merupakan perwujudan program prioritas Presiden RI. Kehadirannya menjadi solusi konkret agar pendidikan bermutu tinggi dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat ekonomi.

​"Melalui sistem sekolah berasrama, seluruh kebutuhan siswa mulai dari seragam, konsumsi harian, tempat tinggal, hingga fasilitas penunjang seperti laptop dan alat tulis, kami sediakan gratis. Kami ingin membangun kembali kepercayaan diri, martabat, dan masa depan anak-anak ini," ujar Tri Puji Astuti dalam laporannya.

​Meski masih berstatus rintisan, SRT 44 Kebumen terbukti produktif mencetak prestasi. Di tingkat regional, para siswa berhasil menyabet Juara 3 dan 4 PMR Madya Kabupaten Kebumen, serta aktif menerbitkan antologi cerpen dan novel remaja. Di panggung nasional, sekolah ini sukses meraih Juara 2 Lomba Karya Tulis Populer Sekolah Rakyat Indonesia yang digelar Kementerian PUPR. Saat ini, para siswa juga tengah dipersiapkan untuk berlaga di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) serta Festival Literasi Sekolah Rakyat.

​Apresiasi tinggi pun datang dari Bupati Kebumen, Lilis Nuryani. Di hadapan para wali murid dan calon siswa, Bupati Lilis membakar semangat anak-anak agar tidak pernah berkecil hati dengan keterbatasan yang ada.

​"Tidak ada anak yang terlahir bodoh. Yang membedakan kita adalah seberapa besar kemauan untuk belajar, bekerja keras, dan pantang menyerah. Jangan pernah minder, keadaan ekonomi sama sekali bukan penghalang untuk merajut mimpi besar," tegas Bupati Lilis memotivasi.

​Beliau juga menitipkan pesan kepada para orang tua agar konsisten memberikan dukungan moral dan doa terbaik bagi anak-anak mereka. Bupati berharap, dari rahim SRT 44 Kebumen ini kelak lahir para profesional, perwira TNI/Polri, pengusaha, hingga pemimpin daerah masa depan.

​Transparansi Rekrutmen Berbasis DTSEN

​Di sisi lain, Humas SRT 44 Kebumen, Murdianto, membeberkan formulasi rekrutmen yang diterapkan. Berbeda dengan sekolah reguler yang menggunakan jalur PPDB konvensional, SRT 44 menerapkan sistem penjangkauan langsung (outreach) berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

​Proses verifikasi dan penetapan siswa dijadwalkan berlangsung ketat pada 20 hingga 30 Juni 2026 demi menjamin akurasi data di lapangan.

​"Langkah ini untuk memastikan bahwa bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran hingga ke akar-akarnya, dan bersih dari praktik titipan," kata Murdianto tegas.

​Tahun ini, SRT 44 Kebumen meluluskan 20 siswa SD dan 1 siswa SMP. Sementara untuk tahun ajaran baru, kuota penjangkauan dibuka masing-masing untuk 30 siswa SD dan 30 siswa SMP.

​"Mengingat gedung permanen di Kebumen saat ini masih dalam tahap pembangunan, calon siswa baru hasil penjangkauan ini nantinya akan dialokasikan atau dititipkan sementara ke Sekolah Rakyat Banyumas, yang fasilitas gedung permanennya sudah siap dan berstandar nasional," pungkasnya.

​Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan secara simbolis oleh Bupati Kebumen kepada sejumlah siswa-siswi SRT 44 Kebumen yang berhasil mengukir prestasi gemilang.(*) 

Flyer Informasi