Polda Jateng Gandeng Ormas dan Kampus, Perkuat Benteng Digital Lawan Hoaks dan Kejahatan Siber


Polda Jateng saat menggelar acara Silaturahmi Kamtibmas bertema “Penguatan Kapasitas Komunikasi di Era Digitalisasi” yang digelar di Hotel MG Setos.(ft ist) 
SEMARANG, (seputarkebumen.com)- Polda Jawa Tengah terus memperkuat sinergi dengan organisasi masyarakat dan kalangan akademisi dalam menjaga keamanan ruang digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Silaturahmi Kamtibmas bertema “Penguatan Kapasitas Komunikasi di Era Digitalisasi” yang digelar di Hotel MG Setos, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang diprakarsai Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Jateng itu menghadirkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, akademisi, organisasi kemasyarakatan hingga mahasiswa. Sedikitnya 150 peserta mengikuti forum yang digelar bersama Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Universitas Muhammadiyah Semarang, serta Forum Kerukunan Semarang Bersatu (FKSB).

Hadir mewakili Kapolda Jateng, Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol. Latif Usman didampingi Dirbinmas Polda Jateng Kombes Pol. Siti Rondhijah serta perwakilan Ditressiber Polda Jateng AKP Rusman Sugiarto. Turut hadir jajaran pimpinan organisasi keagamaan, termasuk perwakilan PW Muhammadiyah Jawa Tengah, PCNU Kota Semarang, dan civitas akademika Unimus.

Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Latif Usman menegaskan bahwa tantangan keamanan di era digital tidak bisa ditangani aparat kepolisian semata. Menurutnya, organisasi masyarakat dan dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan kondusif.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri menghadapi tantangan dunia siber saat ini. Ormas dan kampus menjadi mitra strategis dalam meningkatkan literasi digital masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial. Dengan kolaborasi yang kuat, potensi hoaks, provokasi, hingga konflik sosial dapat dicegah sejak dini,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Ditressiber Polda Jateng AKP Rusman Sugiarto mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi digital membawa dampak positif sekaligus ancaman baru berupa kejahatan siber yang semakin kompleks.

Menurutnya, para pelaku kejahatan kini banyak memanfaatkan metode social engineering atau manipulasi psikologis untuk memperdaya korban. Karena itu, Ditressiber Polda Jateng terus mengedepankan langkah preventif melalui patroli siber, penguatan literasi digital, serta edukasi masif kepada masyarakat.

Selain isu keamanan digital, forum tersebut juga membahas pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam sistem pengadaan barang dan jasa melalui mekanisme swakelola yang dinilai mampu mendorong partisipasi masyarakat secara lebih terbuka.

Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang Prof. Dr. Masrukhi menyambut baik langkah Polda Jateng yang aktif menggandeng dunia pendidikan dalam memperkuat ketahanan ideologi generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi.

Ia menilai penguatan nilai-nilai Pancasila dan moderasi beragama menjadi pondasi penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh konten negatif di ruang siber.

“Kampus memiliki tanggung jawab moral untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Sinergi bersama Polda Jateng menjadi langkah nyata menjaga nilai Pancasila dan moderasi beragama tetap hidup di era digital,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat peran masyarakat sebagai cooling system di tengah derasnya arus informasi digital.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ruang digital yang aman, sehat, produktif, dan beretika di Jawa Tengah.(*)