JKN Ringankan Biaya Persalinan, Riana Akui Lebih Tenang Hadapi Kelahiran Anak


Peserta JKN, Riana Faridatun (37), warga Gemeksekti RT 02 RW 03, Kabupaten Kebumen.(ft ist) 
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)- Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bagi Riana Faridatun (37), warga Gemeksekti RT 02 RW 03, Kabupaten Kebumen, JKN bukan sekadar program kesehatan, melainkan bentuk perlindungan nyata yang menemani proses persalinan hingga meringankan beban biaya keluarga.

Riana mengaku telah beberapa kali menggunakan layanan kesehatan melalui Program JKN. Sebagai peserta dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang mengikuti kepesertaan suaminya sebagai anggota kepolisian, ia merasa lebih tenang karena memiliki jaminan kesehatan yang siap digunakan kapan saja dibutuhkan.

Menurut Riana, pengalaman paling membekas terjadi saat dirinya menjalani proses persalinan anak kedua dan ketiganya. Pada tahun 2017, ia melahirkan secara normal menggunakan layanan JKN. Kemudian pada tahun 2023, ia kembali memanfaatkan program tersebut saat menjalani persalinan anak ketiga melalui operasi sesar.

“Yang paling saya rasakan manfaatnya tentu saat proses persalinan. Semua biaya ditanggung Program JKN, sehingga kami sangat terbantu dan tidak perlu memikirkan biaya tambahan yang jumlahnya pasti besar,” ujar Riana.

Ia menuturkan, biaya persalinan dan perawatan rumah sakit bukanlah jumlah yang kecil jika harus ditanggung sendiri. Karena itu, keberadaan Program JKN menjadi penolong bagi keluarganya di tengah kebutuhan kesehatan yang sering datang tanpa diduga.

Bagi Riana, memiliki jaminan kesehatan aktif menjadi hal penting yang harus dipersiapkan sejak dini. Menurutnya, tidak semua orang memiliki simpanan khusus untuk biaya pengobatan maupun kebutuhan medis mendadak.

Selain membantu dari sisi pembiayaan, Riana juga mengapresiasi pelayanan yang diterimanya selama menggunakan JKN. Ia menilai proses administrasi berjalan lancar dan pelayanan tenaga kesehatan yang diterima juga memuaskan.

Pengalaman tersebut membuat dirinya semakin sadar pentingnya kepesertaan JKN bagi setiap keluarga. Ia berharap masyarakat tidak menunda untuk mendaftar dan menjaga kepesertaan tetap aktif sebelum mengalami kondisi sakit atau keadaan darurat kesehatan.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, menjelaskan bahwa Program JKN dibangun dengan prinsip gotong royong, di mana peserta yang sehat membantu peserta yang sedang membutuhkan layanan kesehatan.

Menurut Dina, semangat gotong royong menjadi fondasi utama agar seluruh masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang adil, merata, dan berkelanjutan.

“Ketika peserta rutin menjaga kepesertaannya tetap aktif, manfaatnya bukan hanya dirasakan diri sendiri, tetapi juga membantu peserta lain yang sedang membutuhkan layanan kesehatan. Karena itu kami mengajak masyarakat memastikan telah memiliki kepesertaan JKN dan menjaga keaktifannya,” jelas Dina.

Melalui kisah yang dialami Riana, Program JKN diharapkan terus menjadi solusi perlindungan kesehatan bagi masyarakat. Dengan adanya jaminan kesehatan, masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap biaya kesehatan yang tak terduga. (*)