![]() |
| Lokasi saat korban memperbaiki atap rumah.(ft ist) |
Korban meninggal diketahui bernama Sarno (33), sedangkan rekannya Widi Saputra (29) kini masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar berat. Keduanya merupakan warga Dukuh Tedunan, Desa Giritirto.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, mengungkapkan insiden nahas itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, di rumah milik Jarwito, warga Dukuh Plipitan RT 02 RW 04.
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula saat kedua korban bersama warga lain sedang memasang genteng di atas rumah. Namun nahas, Widi diduga tidak menyadari adanya kabel listrik yang melintang di atasnya. Saat berdiri, bagian kepalanya menyentuh kabel tersebut dan langsung tersengat arus listrik.
“Korban pertama tersengat dan terjatuh. Korban kedua yang berada sangat dekat ikut tersengat karena terjadi kontak fisik,” jelas Kapolres, Jumat (10/4/2026).
Warga yang panik langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi kedua korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, nyawa Sarno tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.20 WIB setelah mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, Widi Saputra mengalami luka bakar sangat serius hingga sekitar 90 persen di bagian dada, perut, dan tubuh lainnya. Saat ini ia dirujuk ke RSUD Kebumen untuk penanganan lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Sarno mengalami luka bakar pada lengan kiri bagian belakang serta kondisi mata yang telah mengalami midriasis, tanda kerusakan serius akibat sengatan listrik.
Pihak kepolisian masih menangani kasus ini sekaligus membantu proses evakuasi korban. Jenazah Sarno telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi,” tambah Kapolres.
Polres Kebumen mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar instalasi listrik, terutama dalam pekerjaan berisiko tinggi seperti perbaikan atap rumah.(*)







