![]() |
| Polres Kebumen saat menggelar latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota).(ft ist) |
Latihan yang digelar Polres Kebumen ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dinamika aksi massa di wilayah hukum setempat.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan gambaran nyata kepada personel dalam menangani berbagai tahapan eskalasi unjuk rasa.
“Simulasi ini dibuat sedekat mungkin dengan kondisi riil di lapangan, agar setiap personel memahami langkah yang harus diambil secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur,” ujarnya.
Dalam latihan tersebut, ratusan personel gabungan diterjunkan, mulai dari Dalmas Awal, Dalmas Lanjut, hingga Raimas. Keterlibatan unsur TNI dan Pemerintah Kabupaten Kebumen juga menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor saat menghadapi situasi kontinjensi.
Skenario dimulai dari aksi penyampaian aspirasi secara damai. Namun, seiring waktu, situasi memanas dan berubah menjadi anarkis. Aparat kemudian melakukan tindakan pengendalian massa secara bertahap, termasuk langkah represif yang terukur sesuai standar operasional prosedur.
Simulasi juga menggambarkan potensi meluasnya kericuhan ke sejumlah titik, termasuk ancaman terhadap objek vital dan kawasan perkantoran, yang menjadi fokus utama pengamanan.
Meski menampilkan skenario ketegangan, Kapolres memastikan kondisi keamanan di Kabupaten Kebumen tetap kondusif. Ia menegaskan bahwa latihan ini justru menjadi langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan sejak dini.
“Kesiapan adalah kunci. Dengan latihan ini, kami ingin memastikan seluruh personel mampu bertindak profesional dalam situasi apapun,” tegasnya.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga stabilitas keamanan wilayah. Menurutnya, terciptanya situasi yang aman dan kondusif merupakan tanggung jawab bersama.
“Dukungan masyarakat sangat penting. Kami berharap Kebumen tetap aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.(*)







