Awal 2026, 15 Gerai Pergudangan KDMP di Kebumen Tuntas Dibangun, Dorong Ekonomi Desa Bangkit


Salah satu gerai KAMI di Kebumen.(ft ist) 
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)- Upaya penguatan ekonomi desa di Kabupaten Kebumen terus menunjukkan progres positif. Memasuki awal tahun 2026, sebanyak 15 gerai pergudangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah rampung dibangun dan siap dimanfaatkan sebagai penopang aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Belasan gerai pergudangan tersebut tersebar di berbagai wilayah kecamatan, meliputi Klirong, Buayan, Sempor, Petanahan, Alian, Pejagoan, Adimulyo, Karanggayam, Ambal, Sruweng, Buluspesantren, hingga Gombong. Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat rantai distribusi hasil produksi desa serta meningkatkan daya saing ekonomi lokal.

Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, menyampaikan bahwa pembangunan gerai pergudangan KDMP merupakan bagian dari program strategis nasional yang terus didorong percepatannya di wilayah Kebumen.

“Dari total 460 desa dan kelurahan di Kebumen, saat ini 177 desa/kelurahan telah melaksanakan pembangunan gerai pergudangan KDMP, dan 15 desa di antaranya telah menyelesaikan pembangunan hingga akhir bulan ini,” ujar Eko saat ditemui, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, percepatan pembangunan dilakukan melalui berbagai langkah konkret, termasuk pelibatan personel TNI dalam membantu pekerjaan fisik di lapangan, serta dukungan sarana dan prasarana berupa alat berat untuk proses pengurukan lahan.

Berkat progres tersebut, Kabupaten Kebumen kini menempati peringkat ke-12 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dalam capaian pembangunan gerai pergudangan KDMP.

Meski demikian, Eko mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi desa-desa, terutama terkait ketersediaan dan kesiapan lahan. Salah satu kendala utama adalah kebutuhan pengurukan lahan yang membutuhkan anggaran cukup besar.

“Beberapa desa terkendala biaya pengurukan karena keterbatasan anggaran desa,” ungkapnya.

Selain itu, berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 16 desa yang hingga kini belum memiliki lahan untuk pembangunan gerai pergudangan KDMP. Desa-desa tersebut tersebar di Kecamatan Kebumen, Sempor, Sruweng, Sadang, Alian, Padureso, Puring, dan Kuwarasan.

Eko menegaskan, penyelesaian kendala tersebut akan ditempuh secara bertahap melalui koordinasi lintas sektor. “Tahap awal, desa kami dorong untuk berupaya mandiri terlebih dahulu. Jika sudah menemui jalan buntu, baru dilakukan koordinasi dengan pemerintah daerah,” pungkasnya.(*)