Momen dimulainya renovasi rumah tersebut berlangsung penuh haru. Sigit, sang istri, serta dua anak mereka tak mampu menahan air mata ketika menyaksikan rumah yang sebelumnya rusak parah akhirnya akan diperbaiki.
Kondisi rumah itu rusak akibat diterjang angin kencang beberapa waktu lalu. Atap rumah ambruk, genteng berserakan, dan sejumlah perabotan hancur tertimpa material bangunan. Sejak saat itu, rumah mereka tak lagi layak ditempati, terlebih saat hujan turun karena air dengan mudah masuk ke dalam.
Dalam kesehariannya, Sigit hanya mengandalkan pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara Riyanti berjualan lotek dengan penghasilan yang tidak menentu. Keterbatasan ekonomi membuat mereka belum mampu memperbaiki rumah secara mandiri.
Sesepuh Sedulur Kebumen, Sugeng Budiawan, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud kepedulian terhadap warga yang membutuhkan bantuan.
“Ini merupakan bedah rumah ke-51 yang kami lakukan. Total dana yang terkumpul sekitar Rp30 juta, berasal dari para anggota Sedulur Kebumen,” jelasnya.
Tak hanya melakukan renovasi, Sedulur Kebumen juga memberikan bantuan berupa perlengkapan rumah tangga seperti kasur, kursi, meja, televisi, hingga perabot lainnya. Bahkan, Riyanti juga mendapatkan tambahan modal usaha untuk mendukung aktivitasnya berjualan lotek.
“Kami berharap bantuan ini tidak hanya memperbaiki tempat tinggal, tetapi juga membantu meningkatkan taraf ekonomi keluarga,” imbuh Sugeng.
Ia menambahkan, kondisi rumah yang sudah rusak berat menjadi alasan utama keluarga Sigit diprioritaskan menerima bantuan.
“Atap sudah roboh, dan saat hujan air masuk ke dalam rumah. Ini harus segera ditangani agar keluarga bisa kembali tinggal dengan aman dan layak,” terangnya.
Program sosial ini juga mendapat apresiasi dari Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, S.I.K. Ia menilai langkah yang dilakukan Sedulur Kebumen sangat membantu pemerintah dalam menangani persoalan rumah tidak layak huni.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Konsistensi Sedulur Kebumen dalam membantu masyarakat merupakan bentuk kepedulian yang luar biasa,” ujarnya.
Sementara itu, Sigit Sudarmaji mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia masih mengingat jelas peristiwa saat angin kencang merusak rumahnya.
“Atap tiba-tiba ambrol, genteng hancur, dan perabotan rusak tertimpa kayu. Sejak saat itu kami benar-benar kesulitan,” ungkapnya.
Dengan penuh haru, Sigit menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu keluarganya bangkit dari keterpurukan.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Sedulur Kebumen. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga kebaikan bapak ibu semua dibalas oleh Allah SWT,” pungkasnya.(*)







