Pesona Tersembunyi Curug Widodari Karanganyar, Surga Alam Dekat Pusat Kota yang Mulai Diburu Wisatawan


Curug Widodari di Dukuh Siladrang, Kelurahan Plarangan, kecamatan Karanganyar.(ft ist) 
KARANGANYAR, (seputarkebumen.com)- Di balik perbukitan hijau Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, tersimpan keindahan alam yang masih jarang diketahui publik. Curug Widodari yang berada di Dukuh Siladrang, Kelurahan Plarangan, Kecamatan Karanganyar kini mulai mencuri perhatian para pencinta wisata alam.

Lokasinya yang hanya berjarak sekitar 4 kilometer dari Alun-alun Karanganyar menjadikan curug ini mudah dijangkau. Pengunjung dapat tiba dalam waktu singkat, terutama dengan kendaraan roda dua. Meski sebagian jalur masih berupa jalan desa dan trek alami khas perbukitan, akses menuju lokasi terbilang cukup bersahabat.

Sesampainya di kawasan air terjun, pengunjung akan langsung disambut panorama alam yang memanjakan mata. Dikelilingi hutan rindang dan pegunungan, Curug Widodari menawarkan suasana sejuk dan tenang. Aliran air yang jatuh di antara tebing batu menghadirkan nuansa eksotis yang cocok untuk melepas penat dari rutinitas.

Tak hanya itu, pada momen tertentu ketika cuaca cerah dan debit air meningkat, pengunjung berkesempatan menyaksikan pelangi yang terbentuk dari percikan air terjun—menambah daya tarik tersendiri bagi destinasi ini.

Tokoh masyarakat Karanganyar, Sugeng Budiawan menilai Curug Widodari memiliki potensi besar untuk bersaing dengan destinasi wisata lain di Kebumen.

“Keindahannya tidak kalah dengan tempat wisata lain. Lokasinya juga dekat dari alun-Karangayar ke utara sekitar 4 Km dan akses jalan relatif mudah,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan, hingga kini pengelolaan curug masih dilakukan secara swadaya oleh warga sekitar. Namun, dengan penataan dan pengembangan yang lebih optimal, ia optimistis Curug Widodari bisa menjadi salah satu destinasi unggulan.

“Kalau dikelola dengan baik, saya yakin tempat ini bisa menjadi favorit wisatawan,” tambahnya.

Sugeng pun berharap adanya dukungan dari pemerintah dan pihak terkait, khususnya dalam pengembangan fasilitas seperti akses jalan, area parkir, serta sarana keselamatan pengunjung.

Sementara itu, Maudy, wisatawan asal Kebumen, mengaku terpukau saat pertama kali mengunjungi Curug Widodari bersama rekannya, Primadita.

“Baru pertama datang, langsung kagum. Tebing batu dan aliran airnya indah sekali,” ungkapnya.

Ia menilai keaslian alam yang masih terjaga menjadi daya tarik utama dibandingkan destinasi yang sudah ramai. Selain cocok untuk bersantai, lokasi ini juga ideal bagi pecinta fotografi alam.

“Tempatnya masih sangat alami, cocok untuk refreshing. Aksesnya juga cukup mudah, terutama pakai motor,” pungkasnya.(*)