![]() |
| Acara peluncuran aplikasi “Si Apik” (Sistem Informasi Pencatatan Kehadiran), SMPN 5 Kebumen.(ft ist) |
![]() |
| Acara peluncuran aplikasi “Si Apik” (Sistem Informasi Pencatatan Kehadiran), SMPN 5 Kebumen.(ft ist) |
Peluncuran “Si Apik” menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Pendidikan dan Kepemudaan Kebumen, Agus Sunaryo, yang hadir langsung untuk meninjau uji coba sistem hasil kolaborasi dengan pihak pengembang.
Aplikasi ini dirancang sebagai solusi modern dalam pengelolaan kehadiran sekaligus pemantauan aktivitas siswa. Dengan sistem berbasis digital, orang tua kini dapat mengakses informasi kehadiran anak secara langsung melalui ponsel selama proses belajar berlangsung di sekolah.
Kepala SMPN 5 Kebumen, Tjandra Agustina Dewanti, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan langkah nyata menuju transformasi sekolah berbasis teknologi.
“Dulu orang tua tidak bisa memastikan anak benar-benar berangkat atau pulang sekolah. Sekarang, semua bisa dipantau secara langsung melalui aplikasi Si Apik,” ujarnya.
Tak hanya berfungsi sebagai absensi, “Si Apik” juga membuka ruang komunikasi antara guru dan orang tua. Guru dapat melaporkan aktivitas pembelajaran di kelas, dan ke depan fitur ini akan dikembangkan hingga mencakup laporan hasil belajar siswa secara lebih komprehensif.
Pengembang aplikasi, Sulaiman Nur Rosyid, mengungkapkan bahwa “Si Apik” bukan inovasi biasa. Aplikasi ini sebelumnya telah mencuri perhatian dalam ajang Krenova Kabupaten Kebumen 2025 dan sukses meraih juara pertama.
Ia juga menjelaskan bahwa sistem ini mengintegrasikan kartu siswa sebagai kartu multifungsi.
“Kartu siswa tidak hanya sebagai identitas, tapi juga bisa digunakan untuk absensi, akses perpustakaan, hingga fungsi lainnya,” jelasnya.
Menurutnya, teknologi serupa sebelumnya banyak digunakan di sekolah swasta, dan kini mulai diadopsi di sekolah negeri sebagai bagian dari modernisasi layanan pendidikan. Aplikasi ini pun sudah tersedia dan dapat diunduh orang tua melalui Play Store.
Sementara itu, Agus Sunaryo memberikan apresiasi atas terobosan tersebut. Ia menilai “Si Apik” mampu memperkuat pengawasan orang tua sekaligus meningkatkan transparansi proses pendidikan.
“Orang tua bisa memastikan kehadiran anak sekaligus mengetahui aktivitas pembelajaran mereka di sekolah,” ungkapnya.
Ia berharap inovasi ini terus dikembangkan dan dapat diterapkan di lebih banyak sekolah, sebagai bagian dari percepatan transformasi digital pendidikan di Kabupaten Kebumen.(*)