Dua Minimarket Diwakafkan H Yahya Fuad, Muhammadiyah Didorong Jadi Pilar Ekonomi Umat





Ir. H. Mohammad Yahya Fuad, S.E. secara simbolis menyerahkan wakaf berupa 2 buah minimarket.(ft ist) 
GOMBONG, (seputarkebumen.com)- Semangat kebersamaan dan penguatan ekonomi umat mewarnai Pengajian Akbar dan Halal Bihalal Keluarga Besar Muhammadiyah Gombong yang digelar di Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), Rabu (8/4/2026). Dalam momentum tersebut, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong menerima wakaf produktif berupa dua gerai minimarket dari keluarga besar Ir. H. Mohammad Yahya Fuad, S.E.

Dua unit usaha tersebut masing-masing berada di Kroya dengan nama Nururrohmah Mart dan di Kedungpuji, Gombong, bernama Nuryani Mart. Wakaf ini diserahkan langsung oleh Mohammad Yahya Fuad kepada perwakilan PCM Gombong, Widiantoro Tri Atmaji, sebagai langkah nyata memperkuat kemandirian ekonomi Muhammadiyah di tingkat cabang.

Dalam sambutannya, Yahya Fuad menegaskan bahwa silaturahmi memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar pertemuan. Ia menyebut, silaturahmi menjadi pintu terbukanya rezeki sekaligus investasi kehidupan.

“Silaturahmi itu menyambung kembali yang sempat terputus. Ini menjadi kekuatan besar dalam membangun kebersamaan dan kemajuan,” ujarnya, seraya mengingatkan teladan tokoh Muhammadiyah Jombang, KH Muchid Jaelani.

Acara yang bertepatan dengan 20 Syawal 1447 Hijriah ini turut dihadiri Bupati Kebumen, Lilis Nuryani. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam upaya menekan angka kemiskinan.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Peran Muhammadiyah melalui gerakan zakat, infak, hingga pemberdayaan ekonomi sangat penting. Kontribusinya di bidang pendidikan dan kesehatan sudah dirasakan luas oleh masyarakat,” ungkapnya.

Mengusung tema “Membangun Keluarga Muhammadiyah, Revitalisasi Masjid sebagai Pusat Pembinaan Jamaah”, kegiatan ini juga menghadirkan Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Prof. Dr. Ibnu Hasan, M.Si.

Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya sinergi antar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Ia mendorong lahirnya program strategis seperti “Satu Cabang Satu PKBM” serta penguatan layanan kesehatan hingga tingkat ranting.

“Masjid harus menjadi pusat dakwah dan penggerak jamaah yang mandiri serta berdaya,” tegasnya.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, Wakil Ketua DPRD Kebumen Khalisa Adelia Aziza, Kepala Dinas Sosial P3A Kebumen Yunita Prasetyani, jajaran PDM dan PDA Kebumen, Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Gombong, BPH dan Rektor UNIMUGO, Forkopimcam Gombong, serta PCM dan PCA Gombong.

Rangkaian kegiatan berlangsung semarak dengan berbagai penampilan seni religi, mulai dari santri Pondok Wiriosoedarmo, siswa MI Kalitengah, hingga Tari Saman yang dibawakan mahasiswa UNIMUGO, menambah hangat suasana silaturahmi.(*)