![]() |
| Para pekerja sedang membuat jembatan alternatif di samping Jembatan karanganyar.(ft ist) |
Peninjauan diawali di Jembatan Klanthong yang berada di Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan. Jembatan pada ruas jalan kabupaten tersebut diketahui mengalami kerusakan struktur cukup berat sejak tahun 2025, sehingga saat ini hanya dapat dilintasi kendaraan ringan dengan keterbatasan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kebumen telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,19 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki bagian abutment sekaligus melakukan pelebaran jembatan hingga mencapai 6,1 meter. Upaya ini diharapkan dapat memulihkan konektivitas antarwilayah serta meningkatkan daya dukung jembatan terhadap kendaraan yang melintas.
Selain Jembatan Klanthong, perhatian juga diberikan terhadap pembangunan Jembatan Daslim di Desa Sidoagung. Meski kunjungan lapangan ke lokasi tersebut dibatalkan akibat penyesuaian jadwal, Bupati memastikan bahwa proyek tetap berjalan sesuai rencana. Pembangunan jembatan baru dengan nilai kontrak Rp1,79 miliar itu ditargetkan selesai pada September 2026.
Monitoring kemudian berlanjut ke Jembatan Karanganyar yang berada di jalur nasional. Jembatan ini kerap menjadi sorotan warga karena mengalami kerusakan pada plat lantai yang telah berlubang hingga enam kali dalam tiga tahun terakhir.
Bupati Lilis menyampaikan bahwa perbaikan Jembatan Karanganyar dijadwalkan berlangsung mulai 10 April hingga 10 Mei 2026. Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari Paket Preservasi Jalan Kebumen–Purworejo–Karangnongko dengan total anggaran Rp158,1 miliar.
Ia juga menegaskan bahwa selama proses perbaikan berlangsung, pemerintah akan menyediakan jembatan darurat guna menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.
“Jembatan Karanganyar memiliki peran sangat penting. Selama masa perbaikan sekitar satu bulan, akan disiapkan jembatan darurat khusus bagi warga setempat dan kendaraan roda dua agar mobilitas tidak terhenti,” ujar Bupati Lilis di sela peninjauan.(*)







